Operasi SAR terhadap Dirga Yuda di sungai Ular.
ANTARASATU.COM | SERDANG BEDAGAI - Tim SAR Gabungan menemukan Dirga Yuda, 16, yang hanyut di sungai Ular, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (5/7). Korban ditemukan di kawasan muara mangrove, sekitar 16 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan jenazah korban ditemukan pada pukul 08.10 WIB setelah tim menerima laporan dari masyarakat mengenai penemuan sesosok mayat di kawasan muara mangrove.
"Setelah dilakukan pengecekan dan evakuasi, korban berhasil ditemukan pada pukul 08.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 16 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga," ungkapnya, Senin (6/7).
Peristiwa itu bermula pada Jumat (3/7), sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu Dirga mandi bersama sejumlah temannya di Sungai Ular, Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan.
Ketika itu korban diduga tenggelam sebelum terbawa arus sungai. Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi korban tidak ditemukan hingga malam hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai kemudian meminta bantuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk melaksanakan operasi SAR.
Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan memulai penyisiran sejak pukul 07.00 WIB menggunakan perahu di sepanjang aliran Sungai Ular. Tim juga memanfaatkan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye untuk membantu pencarian pada sejumlah titik yang dicurigai.
Sekitar pukul 07.15 WIB, tim menerima informasi dari masyarakat mengenai penemuan sesosok mayat di kawasan muara mangrove. Tim bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 07.55 WIB. Setelah dilakukan identifikasi, korban dipastikan merupakan Dirga Yuda.
Hery mengatakan operasi pencarian melibatkan Basarnas Medan, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, BPBD Kabupaten Deli Serdang, Polsek Perbaungan, Babinsa, perangkat desa serta masyarakat.
Dengan ditemukannya korban, kata Hery, operasi SAR terhadap korban hanyut di Sungai Ular dihentikan. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah proses evakuasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga selesai dilakukan.
