google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Tiga Tahun Disekap dan Disiksa Pacar, Perempuan Bandung Kehilangan Bibir dan Penglihatan

Advertisement

Tiga Tahun Disekap dan Disiksa Pacar, Perempuan Bandung Kehilangan Bibir dan Penglihatan

18 Juni 2026

Korban, YTT, dan kekasihnya, TH.

ANTARASATU.COM | BANDUNG - Polda Jawa Barat menyelidiki dugaan penganiayaan berat dan penyekapan terhadap seorang perempuan berinisial YTT, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga mengalami penyiksaan selama tiga tahun oleh kekasihnya sendiri.

Korban berusia 29 tahun itu ditemukan dan dirawat di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah keluarganya menerima kabar pada Rabu (10/6). Keluarga semula mendapat informasi bahwa YTT mengalami kecelakaan.

Namun, setelah tiba di rumah sakit, mereka mendapati korban mengalami luka-luka berat yang diduga akibat kekerasan fisik berkepanjangan. Adik korban, Syahrul Ulum, mengatakan kondisi fisik kakaknya sangat memprihatinkan.

Mata kanan korban mengalami infeksi parah dan mata kiri mengecil dan tidak dapat melihat. Selain itu, bibir bagian atas korban hilang dan terdapat luka di berbagai bagian tubuh.

“Mata kanan infeksi, mata kiri sudah tidak bisa melihat. Bibir atas juga hilang. Di tangan dan kaki banyak bekas luka,” kata Syahrul, Senin (15/6).

Menurut dia, tim medis juga menemukan infeksi berat di bagian kepala korban. Disertai penumpukan nanah sehingga harus segera menjalani operasi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga disekap oleh kekasihnya berinisial TH yang bekerja sebagai penagih utang di kawasan Tritan Point, Kabupaten Bandung. Hubungan keduanya diketahui terjalin sejak 2023.

Syahrul menuturkan, setelah pelaku sempat mendatangi rumah orangtua korban di Rancaekek, komunikasi YTT dengan keluarga mendadak terputus. Selama tiga tahun berikutnya, keluarga tidak dapat menghubungi korban.

“Padahal sebelumnya seminggu sekali pasti pulang. Setelah itu hilang dan tidak bisa dihubungi,” ujarnya.

Keluarga hanya sempat menerima satu pesan singkat yang menyebut korban berada di Jakarta. Ketika keluarga berupaya menyebarkan informasi pencarian melalui media sosial, mereka mengaku mendapat ancaman agar unggahan tersebut dihapus.

Setelah kondisi korban mulai membaik dan dapat berkomunikasi secara terbatas, YTT mengaku kepada ayahnya bahwa selama tiga tahun dirinya dikurung dan mengalami penyiksaan berulang.

Menurut pengakuan korban, pelaku kerap memukul kepalanya menggunakan helm. Melukai tubuhnya dengan benda tajam, serta membakar kulitnya dengan rokok.

“Cerita lewat Bapak, dia sering dipukul pakai helm, dibacok, ada bekas rokok juga. Semua luka itu bukti penyiksaan bertahun-tahun,” kata Syahrul.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, penyidik telah mendatangi lokasi indekos di wilayah Cileunyi yang diduga menjadi tempat korban disekap serta memeriksa sejumlah saksi.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami juga sedang menelusuri keberadaan pelaku,” ujar Hendra.

Saat ini polisi masih memburu TH untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban. Keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya agar tidak menimbulkan korban lain.