google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Perdamaian AS-Iran Tekan Harga CPO dan Karet Dunia

Advertisement

Perdamaian AS-Iran Tekan Harga CPO dan Karet Dunia

17 Juni 2026

Ilustrasi.

ANTARAsatu.com | MEDAN - Tercapainya perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran menekan harga sejumlah komoditas global. Di antara yang terdampak adalah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan karet yang sepanjang Juni bergerak melemah seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin mengatakan, sentimen perdamaian AS-Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong koreksi harga berbagai komoditas, termasuk minyak mentah dunia, CPO dan karet.

"Selama bulan Juni ini, kabar mengenai kemungkinan terciptanya perjanjian damai antara AS dengan Iran menjadi sentimen negatif bagi harga karet maupun sawit," ungkapnya Rabu (17/6).

Pelemahan juga, lanjut dia, terlihat pada minyak mentah dunia yang kini ditransaksikan di kisaran US$75-US$78 per barel, setelah sebelumnya sempat berada di sekitar US$100 per barel. Progres negosiasi yang dinilai konstruktif membuat pelaku pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga komoditas.

Meski demikian, pasar masih menunggu realisasi konkret dari kesepakatan tersebut. Walaupun arah pembicaraan terlihat positif, pasar tetap berhati-hati karena hubungan kedua negara masih sering diwarnai sikap saling bermusuhan.

Tekanan harga terlihat pada CPO yang pada awal Juni sempat menyentuh level US$1.127 per ton. Namun pada 11 Juni, harga sempat turun ke sekitar US$1.080 per ton sebelum kembali pulih ke kisaran US$1.100 per ton.

Hal serupa terjadi pada karet. Harga komoditas ini sempat berada di level US$2,35 per kg pada awal Juni, lalu turun ke sekitar US$2,23 per kg sebelum kembali bergerak di kisaran US$2,28 per kg.

Meski harga komoditas utama melemah, Gunawan melihat kinerja ekspor produk turunannya masih cukup kuat. Produksi RBDPO di sejumlah perusahaan tercatat meningkat antara 8% hingga 44% selama Juni.

Sementara ekspor produk turunan sawit seperti olein dan stearin tumbuh antara 34% hingga 61%. Adapun ekspor PFAD menunjukkan kenaikan yang lebih beragam, mulai 4% hingga mencapai 85%.

Di sektor karet, mayoritas perusahaan juga diproyeksikan masih menikmati pertumbuhan ekspor yang signifikan. Bahkan dalam skenario paling optimistis, kenaikan ekspor bulanan dapat mencapai sembilan kali lipat dibanding periode sebelumnya.

"Kinerja ekspor karet dan produk turunan sawit sejauh ini masih cukup kuat sehingga dapat menjadi penyangga di tengah tekanan harga komoditas akibat sentimen perdamaian AS-Iran," kata Gunawan.