ANTARASATU.COM | MEDAN - Keinginan masyarakat Sumatra Utara untuk mendapat layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus terbang ke luar negeri tampaknya mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui PT Dhirga Surya Sumatera Utara menggandeng PT Murni Sadar Tbk atau RS Murni Teguh untuk membangun dan mengoperasikan rumah sakit bertaraf internasional.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (19/6).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara Ari Wibowo dan Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Mutiara. Disaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung dan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy.
Bagi Pemprov Sumut, pembangunan rumah sakit kelas dunia bukan sekadar proyek kesehatan. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu menahan laju masyarakat yang selama ini memilih berobat ke negara tetangga.
"Setiap hari ada enam sampai sembilan penerbangan dari Sumatera Utara ke negara tetangga untuk tujuan pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan. Kenapa pasar ini tidak kita kelola sendiri sehingga uang masyarakat tidak mengalir ke luar negeri?" tanya Basarin.
Menurut dia, gagasan menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional telah melalui kajian panjang. Namun, pembangunan fisik saja dinilai tidak cukup.
Kualitas tenaga medis dan pelayanan kesehatan juga harus ditingkatkan agar mampu memberikan layanan setara dengan rumah sakit di luar negeri.
Basarin mengatakan nota kesepahaman tersebut berlaku selama enam bulan sebagai tahap awal menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dalam periode itu, seluruh pihak diminta menyusun peta jalan yang jelas agar proyek dapat segera direalisasikan.
"Mudah-mudahan dalam enam bulan ini MoU tidak diperpanjang, tetapi langsung ditingkatkan menjadi PKS. Ini juga menjadi perhatian Bapak Gubernur untuk menghadirkan rumah sakit kelas internasional di Sumut," ujarnya.
Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara Ari Wibowo menyebut kerja sama ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi sekitar 15 juta penduduk Sumatra Utara.
"Kami optimistis proyek ini dapat menjadi kebutuhan sekaligus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara serta menjadi wajah baru sektor kesehatan di daerah," katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Mutiara menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut. Menurut dia, penguatan kompetensi tenaga medis akan menjadi salah satu fokus utama melalui pelatihan dan kerja sama dengan tenaga ahli internasional.
"Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri. Melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kolaborasi yang baik, cita-cita ini bisa kita wujudkan," ujarnya.
Jika rencana ini berjalan sesuai target, Sumatra Utara tidak hanya memiliki rumah sakit kelas dunia. Namun juga berpeluang menjadi tujuan layanan kesehatan baru di kawasan barat Indonesia.
