ANTARASATU.COM | MEDAN - Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Bobby Nasution masih menghadapi persoalan dalam percepatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) tahun anggaran 2026. Hingga pertengahan Juni, masih ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang tercatat masih memiliki realisasi pengadaan di bawah 25%.
"Masih ada beberapa OPD yang realisasinya di bawah 75%, bahkan ada yang masih di bawah 25%," ungkap Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut Yudha Prastya, Kamis (18/6).
Menurut dia, Biro PBJ memastikan proses pengadaan terus dipercepat agar seluruh tahapan dapat selesai sesuai jadwal. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko keterlambatan proyek, mengoptimalkan penyerapan anggaran dan menjaga pelayanan publik tetap berjalan.
Adapun penginputan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) per 1 April 2026 diklaim telah mencapai 100%. Yang mana total Rencana Umum Pengadaan (RUP) tercatat sebesar Rp5,7 triliun dengan nilai belanja pengadaan mencapai Rp5,3 triliun.
“Total realisasi pengadaan barang dan jasa mencapai 1.478 paket dengan nilai Rp1,8 triliun atau sebesar 50,34%. Untuk mempercepat pengadaan barang dan jasa, kami memonitor mulai dari penginputan SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum) Pengadaan oleh OPD. Jadi yang kami tunggu adalah eksekusi dari OPD,” katanya.
Menurut Yudha, pengadaan dilakukan melalui sejumlah metode, mulai dari e-purchasing, penunjukan langsung dan pengadaan langsung, hingga tender. Saat ini pihaknya terus mendorong perangkat daerah yang progresnya masih rendah agar segera menayangkan paket-paket pengadaan.
Data Biro PBJ disebut menunjukkan progres tender pekerjaan konstruksi yang telah selesai mencapai 79 paket dengan nilai Rp1,184 triliun. Selain itu terdapat 24 paket yang masih dalam proses tender dan 22 paket lainnya segera ditayangkan.
Untuk seleksi jasa konsultasi, sebanyak 53 paket telah selesai dengan nilai Rp31,104 miliar. Sementara 50 paket masih dalam proses seleksi dan lima paket lainnya segera masuk tahap penayangan.
Sebagian besar tender konstruksi yang telah selesai berasal dari Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya sebanyak 53 paket. Selain itu terdapat satu paket dari Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan, dua paket dari Dinas Ketenagakerjaan, satu paket dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tujuh paket dari Dinas Pendidikan serta 15 paket dari Dinas Sumber Daya Air.
Beberapa proyek yang telah selesai proses pengadaannya antara lain peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Sipiongot-Batas Labuhanbatu di Kabupaten Padang Lawas Utara serta peningkatan ruas Sipiongot-Batas Tapanuli Selatan (Tolang). Kemudian peningkatan ruas Hutaimbaru-Sipiongot.
Dia berharap percepatan proses pengadaan pada semester kedua dapat meningkatkan realisasi anggaran sekaligus memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
