google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Detik-Detik Kepanikan Rumah Sakit di Palu saat Guncangan Gempa

Advertisement

Detik-Detik Kepanikan Rumah Sakit di Palu saat Guncangan Gempa

17 Juni 2026


ANTARAsatu.com | PALU - Suasana mencekam menyelimuti rumah sakit Samaritan, Palu, saat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) siang. Kepanikan pecah ketika lantai bangunan rumah sakit tiba-tiba bergoyang cukup kuat, memaksa seluruh penghuni gedung berlarian menyelamatkan diri.

"Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa," ujar Salam, salah seorang warga yang berada di lingkungan rumah sakit saat peristiwa itu terjadi.

Dalam hitungan detik, area lobi dan lorong rumah sakit berubah menjadi titik evakuasi darurat. Tenaga kesehatan beraksi sigap di tengah situasi yang tak menentu.

Mereka bahu-membahu mengevakuasi pasien yang tengah menjalani perawatan medis. Baik pasien yang masih bisa berjalan maupun mereka yang harus dibantu menggunakan kursi roda dan tempat tidur.

Dengan napas memburu dan perasaan cemas, proses evakuasi yang dilakukan petugas terus berjalan. Mereka bergerak cepat menembus kerumunan pasien dan keluarga yang panik, mengarahkan setiap orang menuju titik kumpul di area terbuka halaman rumah sakit.

BMKG mencatat, pusat gempa berada di laut, sekitar 42 km tenggara Palu dengan kedalaman 10 km. Meski BMKG telah memastikan gempa itu tidak berpotensi tsunami, guncangannya dirasakan luas hingga Kabupaten Sigi, Donggala dan Tojo Una-Una.

Membuat masyarakat enggan masuk kembali ke dalam ruangan. Hingga Selasa sore, halaman RS Samaritan masih dipenuhi pasien dan keluarga.

Mereka memilih bertahan di bawah langit terbuka. Memilih untuk tetap berada di luar gedung sambil menunggu situasi benar-benar dinyatakan kondusif oleh pihak berwenang.

Petugas rumah sakit tetap bersiaga, memastikan setiap pasien mendapat penanganan yang memadai di area terbuka. Mereka terus memantau kondisi kesehatan para pasien agar tetap stabil meski berada di luar lingkungan bangsal perawatan.

Langkah antisipasi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kekhawatiran akan adanya gempa susulan menjadi pertimbangan utama bagi manajemen RS Samaritan untuk menjaga keselamatan jiwa pasien di atas segalanya.