google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 2027, Armada Bus Listrik Cina BRT Awali Rute Medan-Binjai-Deli Serdang dengan 12 Koridor

Advertisement

2027, Armada Bus Listrik Cina BRT Awali Rute Medan-Binjai-Deli Serdang dengan 12 Koridor

10 Juni 2026

Ilustrasi.

ANTARAsatu.com | MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Perhubungan mempercepat persiapan pembangunan dan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) dan ditarget rampung pada 2027. Sistem transportasi massal itu akan menggunakan armada bus listrik dari Cina dan melayani 12 koridor pada tahap awal pengoperasian.

Pembahasan percepatan proyek strategis nasional (PSN) itu dilakukan dalam pertemuan antara Pemprov Sumut dan jajaran Kemenhub di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (10/6). Pertemuan membahas berbagai aspek yang dinilai krusial untuk mendukung operasional BRT, mulai dari pembangunan fisik, kelembagaan, regulasi hingga skema pembiayaan.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap mengatakan, pemerintah daerah memberi dukungan penuh terhadap pengembangan BRT Mebidang. Mengingat moda ini dinilai menjadi salah satu solusi transportasi perkotaan di kawasan metropolitan Medan dan sekitarnya.

Kehadiran BRT diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Sekaligus memperbaiki konektivitas antardaerah di kawasan Mebidang yang mencakup Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang.

Pada tahap awal operasional, BRT Mebidang akan melayani 12 koridor. Sebanyak 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sedangkan dua koridor lain melayani kawasan lintas daerah dan akan dikelola Pemprov Sumut bersama Kemenhub.

Dua koridor yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Sumut meliputi rute Binjai-Medan-Carrefour dan Lubuk Pakam-Amplas-Simpang Pelangi. Pemprov Sumut yakin seluruh koridor awal itu dapat membantu menekan berbagai persoalan transportasi yang selama ini terjadi di kawasan Mebidang, terutama kemacetan dan keterbatasan angkutan umum terintegrasi.

Adapun pengelolaan awal BRT Mebidang akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Sumut. Pemprov juga akan membuka peluang keterlibatan BUMD, yakni PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), untuk mendukung pengembangan dan operasional program ini.

Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk MASTRANS, Danang Parikesit, mengatakan pembangunan fisik proyek Sistem Transportasi Massal Perkotaan atau Mastran Project yang menghubungkan Medan, Binjai dan Deli Serdang telah berjalan.

Menurut dia, sejumlah infrastruktur dasar seperti halte dan jalur koridor mulai disiapkan. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum sistem transportasi itu beroperasi penuh.

"Masih diperlukan pembahasan lebih lanjut terkait kelembagaan, regulasi dan pembiayaan," ujarnya.

Ia menilai pembahasan ini penting karena operasional BRT Mebidang melibatkan beberapa pemerintah daerah sekaligus, yakni Pemko Medan dan Binjai serta Pemkab Deli Serdang. Diperlukan kesepahaman mengenai pola pengelolaan, pembiayaan serta pembagian kewenangan antarlembaga.

Pemerintah berharap proyek BRT Mebidang dapat menjadi fondasi transportasi massal modern berbasis energi ramah lingkungan di Sumut. Selain meningkatkan mobilitas warga, penggunaan armada bus listrik juga untuk mengurangi emisi karbon di kawasan perkotaan.