Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus Hanta yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat. Imbauan itu disampaikan menyusul terbitnya surat edaran kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari Kementerian Kesehatan terkait potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut.
Hamid Rijal, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, menyebut virus Hanta merupakan penyakit bersumber dari binatang dengan tingkat kematian cukup tinggi sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.
“Penyakit Hanta Virus merupakan penyakit zoonosis dengan case fatality rate tinggi sehingga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk bersama mewaspadai gejala penyakit dan faktor lingkungan yang memicu wabah,” ungkapnya, Kamis (14/5).
Karena itu Dinkes Sumut meminta masyarakat di wilayahnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan rumah, gudang, kebun, hingga saluran air yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Warga juga diimbau menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berisiko terpapar kotoran tikus maupun hewan pengerat lainnya.
Dinkes Sumut juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala. Seperti demam, infeksi saluran pernapasan akut, sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga gangguan ginjal, terutama setelah beraktivitas di lingkungan kotor atau area perkebunan.
Untuk mengantisipasi potensi penyebaran, hamid mengatakan pihaknya telah mengaktifkan sistem surveilans terpadu. Yakni melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), memperkuat koordinasi lintas sektor, hingga menyiapkan rumah sakit rujukan penanganan penyakit infeksi emerging.
Pemerintah juga sudah menunjuk RSUP Haji Adam Malik di Medan sebagai rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging di Sumut.
Selain pemantauan di fasilitas kesehatan, lanjut Hamid, Dinkes Sumut turut meningkatkan pengawasan terhadap kasus infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, dan penyakit demam dengan gejala yang mengarah pada virus Hanta.
Meski begitu, dia memaatikan hingga kini belum ditemukan laporan kejadian luar biasa atau wabah virus Hanta di Sumut.
“Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik dan memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah untuk menghindari hoaks,” pungkas Hamid.
