google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Rupiah Ambruk ke Rp17.320 Imbas Agresi AS-Israel ke Iran Memanas

Advertisement

Rupiah Ambruk ke Rp17.320 Imbas Agresi AS-Israel ke Iran Memanas

23 April 2026

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Kinerja mata uang Rupiah ditutup melemah tajam terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (23/4). Mengutip data pasar, mata uang Garuda berakhir di level Rp17.280 per dolar AS, namun sempat menyentuh titik terendahnya di level Rp17.320 per dolar AS.

Ekonom UISU Gunawan Benjamin menilai pelemahan ini tidak terlepas dari memburuknya tensi geopolitik di Timur Tengah. Terutama meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Dilaporkan bahwa AS terus memburu kapal minyak Iran di perairan Asia. Sementara Iran merespons dengan memperketat kontrol dan membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Fenomena pelemahan mata uang ini tidak hanya dialami Indonesia. Sejumlah mata uang di Asia seperti Yuan China, Dolar Singapura, Yen Jepang, hingga Rupee India juga terpantau layu terhadap the greenback.

Kondisi pasar kian suram setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut mengalami tekanan hebat. IHSG ditutup melemah 2,16% ke level 7.378,606, yang merupakan level terendah sepanjang sesi perdagangan berlangsung.

Padahal, IHSG sempat menunjukkan taji di sesi pembukaan dengan mencapai level tertinggi di 7.582. Namun, menurut Gunawan, kombinasi pelemahan bursa saham regional dan rontoknya nilai tukar Rupiah memaksa indeks berbalik arah ke zona merah.

Di sisi komoditas, harga emas dunia juga tidak luput dari tekanan. Harga sang kuning jatuh ke level US$ 4.701 per ons troy, atau setara dengan Rp2,62 juta per gram.

Sentimen negatif ini kian membesar seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan pasokan energi global akibat konflik di Selat Hormuz. Situasi yang memicu aksi jual di berbagai instrumen investasi, termasuk emas dan saham.