google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Detik-Detik Tim SAR Temukan Lima Jasad Korban Longsor Sembahe

Advertisement

Detik-Detik Tim SAR Temukan Lima Jasad Korban Longsor Sembahe

09 April 2026

 

Evakuasi salah satu jasad korban longsor Sembahe.

ANTARAsatu.com | DELI SERDANG - Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban bencana tanah longsor yang menerjang Dusun III, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Dalam operasi yang berlangsung sejak peristiwa terjadi pada Rabu (7/4/2026) dini hari, petugas menemukan lima orang warga dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan Hery Marantika menyatakan, operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan.

"Seluruh korban telah dievakuasi, dan dengan tidak adanya laporan kehilangan tambahan, operasi kami nyatakan selesai," ujarnya, Kamis (9/4).

Pencarian dimulai tidak lama setelah longsor yang dipicu hujan deras menghantam pemukiman warga pada Rabu dini hari. Tim Rescue Basarnas Medan bersama unsur gabungan lainnya menerapkan metode line hail atau penyapuan satu arah di area terdampak seluas 500 meter persegi.

Korban pertama yang ditemukan adalah Rizki Sembiring, 14, pada pukul 04.08 WIB. Tidak berselang lama, antara pukul 06.15 hingga 06.48 WIB, petugas kembali menemukan empat korban lainnya, yakni Boy Simorangkir, 48, Rosilawati Ginting, 48, Jamilah Br. Ginting, 49, dan Gobal, 39.

Seluruh jenazah kemudian langsung dievakuasi ke RS Pancur Batu untuk proses penanganan lebih lanjut.
Dalam peristiwa maut ini, tercatat satu orang warga bernama Sehat Br Tarigan, 70, berhasil selamat dalam kondisi sehat.

Hery menjelaskan, proses evakuasi sempat terkendala oleh akses jalan yang lumpuh. Material longsoran yang licin serta kemacetan di jalur menuju lokasi memperlambat mobilisasi personel dan alat berat.

"Kami membagi tim menjadi dua unit. Satu tim melakukan penyisiran manual, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup material," terangnya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengungkapkan, para korban merupakan warga setempat yang rumahnya hancur tertimbun material tanah. Selain merenggut lima nyawa, BPBD mencatat sedikitnya enam unit rumah warga mengalami rusak berat akibat hantaman longsor tersebut.