google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Khamenei Wafat, Serangan AS-Israel Hancurkan Jantung Kekuasaan Teheran

Advertisement

Khamenei Wafat, Serangan AS-Israel Hancurkan Jantung Kekuasaan Teheran

01 Maret 2026

 

Citra satelit memperlihatkan kerusakan di kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, pada Sabtu (28/02).


ANTARAsatu.com | TEHERAN – Dunia internasional diguncang oleh berita kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam sebuah serangan udara gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/02) dini hari, jantung kekuasaan Republik Islam Iran dilaporkan luluh lantak.


Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) secara resmi mengonfirmasi bahwa Khamenei wafat saat menjalankan tugas di kantornya. Pengumuman ini diikuti dengan penetapan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur di seluruh negeri, sementara saluran berita negara IRINN terus melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan pita hitam tersemat di layar.


Melansir bbc.com, serangan dimulai sesaat setelah pukul 09:30 waktu setempat. Kantor berita Fars melaporkan serangkaian ledakan hebat yang menggetarkan Kota Isfahan, Qom, Karaj, hingga ibu kota Teheran. Namun, target utama serangan ini sangat spesifik: Kompleks kediaman dan kantor Pemimpin Tertinggi.


Citra satelit terbaru yang dianalisis oleh para ahli menunjukkan kerusakan katastropik di dalam kompleks tersebut. Gambar "sebelum dan sesudah" memperlihatkan bangunan-bangunan yang menghitam, puing-puing yang berserakan, serta kepulan asap yang masih membubung tinggi di kawasan Jomhouri Square dan Hassan Abad Square.


Cuplikan video yang telah diverifikasi menunjukkan ledakan terjadi dalam radius kurang dari 1 km dari kediaman utama Khamenei.


Serangan ini tidak hanya merenggut nyawa Khamenei. Media pemerintah melaporkan tragedi keluarga yang mendalam. Putri Khamenei, menantu serta cucunya turut tewas dalam gempuran tersebut.


Di lini militer, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan, Ali Shamkhani, juga dikonfirmasi tewas. Pakpour sendiri baru saja menjabat setelah pendahulunya tewas dalam perang 12 hari pada Juni 2025 lalu.


Donald Trump dan Benjamin Netanyahu secara terbuka mengklaim keberhasilan operasi ini. Di sisi lain, SNSC Iran menuding aliansi AS-Israel harus bertanggung jawab penuh atas agresi yang disebut pengecut ini.


Dalam pernyataan resminya, pemerintah Iran menegaskan bahwa kematian Khamenei bukanlah akhir, melainkan awal dari "kebangkitan dalam perjuangan melawan para penindas." Meski demikian, dengan hancurnya kompleks kepemimpinan dan tewasnya para petinggi militer, Iran kini menghadapi krisis kepemimpinan terdalam sejak revolusi 1979.