google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 PREDATOR MARELAN: Biadab, Seorang Pria Cabuli Tiga Anak Tiri di Bawah Umur

Advertisement

PREDATOR MARELAN: Biadab, Seorang Pria Cabuli Tiga Anak Tiri di Bawah Umur

02 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Dunia perlindungan anak kembali tercoreng oleh aksi predator seksual, IS, yang tega mencabuli tiga anak tirinya secara berulang di wilayah Medan Marelan, Kota Medan. Perbuatan biadab warga Kelurahan Tanah Enam Ratus ini terungkap setelah salah satu korban berani bersuara.


Kebiadaban pria berusia 48 tahun itu memicu kemarahan publik sekaligus keprihatinan mendalam atas rapuhnya keamanan anak di lingkup domestik.

Kasus ini mulai tersingkap saat korban tertua, NBL (16), melarikan diri ke rumah bibinya, Bunda Umi (54), pada akhir Januari lalu karena ketakutan.


Setelah didesak, NBL mengaku telah dicabuli oleh ayah tirinya sejak tahun 2025. Sebuah pengakuan yang meruntuhkan ketenangan keluarga besar mereka.


Merespons aduan tersebut, Bunda Umi memanggil ibu kandung korban, Agustini, beserta pelaku IS untuk melakukan konfrontasi pada Selasa (27/1) malam. Di hadapan keluarga, kenyataan pahit kembali terkuak bahwa dua adik NBL, yakni DND (12) dan ZSK (9), ternyata juga menjadi pelampiasan nafsu bejat sang ayah tiri.


Ketiga korban membeberkan bahwa pencabulan tersebut telah berlangsung lama. Dimulai sejak mereka masih menetap di Pasar X Helvetia.


Pelaku terus melanjutkan aksi bejatnya meski keluarga telah berpindah domisili ke wilayah Pasar 3 Marelan. Disertai ancaman yang membekas di ingatan para korban.


Malam itu juga, Bunda Umi segera berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa untuk menyeret IS ke pihak berwajib. IS kemudian digiring ke Polres Pelabuhan Belawan untuk memastikan tidak melarikan diri dari pertanggungjawaban hukum.


Untuk memperkuat bukti secara medis, ketiga korban langsung menjalani proses visum di salah satu rumah sakit di Medan. Hasil visum menunjukkan fakta yang memilukan bagi keluarga karena secara medis dipastikan ketiga anak di bawah umur tersebut sudah tidak perawan lagi.


Polisi bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para korban untuk melengkapi berkas perkara. NBL dan DND dimintai keterangan pada Rabu (28/1), sementara si bungsu ZSK memberikan kesaksiannya pada Kamis (29/1) malam di bawah pendampingan otoritas terkait.


Di tengah upaya pencarian keadilan, keluarga korban justru mendapat tawaran rekonsiliasi yang dianggap menghina harga diri para korban. Ibu dari pelaku dikabarkan marah dan sempat menawarkan uang damai sebesar Rp30 juta untuk setiap anak agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.


Tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak keluarga korban karena dinilai tidak sebanding dengan hancurnya masa depan ketiga anak tersebut. Bunda Umi menegaskan bahwa kejahatan seksual ini telah menyisakan trauma mendalam dan ketakutan hebat yang terus menghantui keponakan-keponakannya setiap hari.


Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo menyatakan IS telah ditahan di sel tahanan Polres. Ia menegaskan, pihaknya memberi perhatian sangat serius pada kasus ini mengingat skala dampak dan status korban yang masih berada di bawah umur.