google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Penjualan Melorot, Tiga Merek Mobil Mewah Pangkas Harga di China

Advertisement

Penjualan Melorot, Tiga Merek Mobil Mewah Pangkas Harga di China

18 Februari 2026

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Pada awal 2026, pasar mobil penumpang mewah China mencatat penurunan penjualan pada merek premium Eropa BMW, Mercedes-Benz, dan Audi. Ketiga merek tersebut kemudian menyesuaikan strategi harga di tengah pelemahan permintaan.


Data akumulatif menunjukkan pengiriman BMW di Tiongkok turun sekitar 12,5%, Mercedes-Benz turun sekitar 19%, dan Audi turun sekitar 5% dibandingkan 2024. Secara gabungan, ketiganya menjual sekitar 260.000 unit lebih sedikit pada 2025 sehingga terjadi kontraksi di segmen mewah.


Dikutip dari sindonews.com pada Rabu (18/2), BMW China merevisi harga eceran yang direkomendasikan untuk lebih dari 30 model efektif 1 Januari 2026. Harga BMW iX1 eDrive25L, misalnya, turun dari 299.900 yuan menjadi 228.000 yuan.


Banyak kendaraan dipangkas lebih dari 10% dan beberapa unit turun lebih dari 300.000 yuan. Mercedes-Benz mengikuti langkah tersebut pada awal Februari 2026.


Harga model inti termasuk C-Class dan GLC disesuaikan sekitar 33.000–69.000 yuan atau setara 4.740–9.770 USD. Komentar industri otomotif menyebut langkah ini sebagai strategi dukungan dealer dan daya saing.


Langkah tersebut tidak dinyatakan sebagai perang harga secara eksplisit. Sinyal tambahan muncul pada Januari 2026 terkait Mercedes-Benz CLA listrik.


Model yang diluncurkan November 2025 itu tidak mencatat data penjualan ritel yang dipublikasikan selama dua bulan berturut-turut. Sumber industri menyebut pendaftaran asuransi akhir tetap berjalan pada tingkat moderat.


Ketiadaan laporan ritel ditafsirkan media lokal sebagai indikasi pengurangan persediaan dan distribusi berbasis pesanan. Begitu juga lemahnya permintaan EV kompak di harga awal sekitar 249.000 yuan.


Media otomotif menilai pemangkasan besar BMW sebagai pergeseran dari harga premium ke aksesibilitas nilai. Langkah tersebut diarahkan untuk merespons perlambatan penjualan dan meningkatnya persaingan domestik.


Penyesuaian harga terjadi di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik atau NEV di China. Segmen menengah hingga atas direbut merek premium domestik dengan konektivitas canggih dan kemampuan EV.


Merek Eropa yang sudah mapan dinilai lebih lambat memonetisasi prioritas konsumen tersebut. Penjualan mobil penumpang yang melemah pada awal 2026 makin menegaskan pentingnya daya saing harga bagi trio Jerman.


Dari sisi eksternal, panduan regulasi diarahkan untuk menstabilkan penciptaan nilai industri dan memoderasi diskon. Tahun 2026 menjadi periode penentu bagi trio Jerman dengan fokus pada penetapan harga lokal, elektrifikasi, integrasi teknologi digital, dan reposisi strategis.


Hasil kinerja di Tiongkok diperkirakan memengaruhi performa global dan lintasan pangsa pasar merek tersebut. China secara historis menyumbang sebagian besar volume dan keuntungan global bagi ketiganya sehingga kawasan ini tetap menjadi pasar strategis utama.