ANTARAsatu.com | MEDAN - Trek lari Lapangan Merdeka Medan kembali ditutup hanya tiga hari setelah dibuka karena mengalami kerusakan di sejumlah titik. Jalur lari terlihat terkelupas dan sebagian material ditumpuk di tepi lintasan di kawasan tersebut.
Penutupan dilakukan dengan memasang tali pembatas kuning-hitam di sekitar lintasan jogging. Sejumlah kertas bertuliskan “Maaf!!! jogging track ditutup sementara sedang ada perbaikan” ditempel di beberapa sisi lapangan.
“Jogging track-nya kayak cepat rusak gitu. Mungkin ambalnya tipis, jadi gampang terkelupas,” ujar Eliza (30), warga Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (8/2).
Meski lintasan ditutup, ratusan warga tetap beraktivitas dengan berjalan dan berlari di bagian luar jalur. Sebagian pengunjung juga terlihat berswafoto di depan tali pembatas yang terpasang.
Selain kondisi trek lari, Eliza juga menyoroti fasilitas lain yang belum difungsikan di Lapangan Merdeka. Sejumlah peralatan olahraga masih terlihat terbungkus plastik meski kawasan tersebut telah dibuka untuk umum.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meninjau perkembangan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, khususnya di bagian basement. Dalam peninjauan itu, kontraktor menargetkan revitalisasi rampung pada 10 Februari 2026.
Zakiyuddin menyampaikan setelah pekerjaan selesai akan dilakukan serah terima kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Medan. Tahap selanjutnya diarahkan pada proses pemeliharaan sebelum fasilitas dimanfaatkan sepenuhnya.
Lapangan Merdeka Medan direvitalisasi dengan anggaran Rp497 miliar melalui skema tahun jamak sejak 2022 hingga 2024. Pada 2025, Pemerintah Kota Medan kembali menganggarkan Rp78,5 miliar untuk sarana dan prasarana pendukung.
Dengan begitu, total anggaran revitalisasi yang telah dihabiskan mencapai lebih dari Rp575,5 miliar. Namun pengerjaan proyek molor hingga 2026 dengan alasan banjir pada November 2025 serta keterlambatan pengadaan material yang harus diimpor dari luar negeri.
