google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 KECELAKAAN KERETA TEBINGTINGGI: 9 Warga yang Tewas Baru dari Kondangan

Advertisement

KECELAKAAN KERETA TEBINGTINGGI: 9 Warga yang Tewas Baru dari Kondangan

23 Januari 2026


Mobil Avanza yang ringsek setelah tertabrak kereta api di perlintasan sebidang Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Sumut.


ANTARAsatu.com | TEBINGTINGGI - Keceriaan rombongan keluarga asal Kabupaten Deliserdang usai menghadiri pesta pernikahan berakhir memilukan. Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Sumut, Rabu (21/1/2026).

​Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya mengungkapkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sebanyak sembilan orang berada di dalam mobil tersebut saat peristiwa berlangsung.

"Para korban baru saja pulang dari Kabupaten Batubara untuk menghadiri pesta undangan dan berencana menjenguk saudara di wilayah Sei Sigiling," ujar Rina, Jumat (23/1/2026).

​Nahas, saat melintasi rel tanpa palang pintu, mobil bernomor polisi BK 1656 ABP itu ditabrak oleh kereta api rute Rantauprapat–Medan. Benturan keras pada bagian kiri mobil mengakibatkan kendaraan tersebut terseret hingga sejauh 300 meter.

Akibatnya, delapan penumpang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).​ Pengemudi mobil, Abdul Kadir, 42, sempat selamat meski mengalami luka berat.

Namun akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Tebingtinggi. Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi.

"Sopir diduga tidak berkonsentrasi dan tidak memperhatikan situasi saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu," tambah Rina.

Para korban yang tewas didominasi warga Desa Mekarsari, Delitua, Deliserdang. Termasuk dua anak-anak berusia 4 dan 6 tahun serta seorang lansia berusia 80 tahun.

Adapun identitas mereka antara lain Rizal, 59, Daratul Laila, 50, Risnawati, 57, Muhammad Hafiz, 4, Muhammad Rafka, 6, Asrah, 80, Sri Devi, 41, dan Zaitun, 54. ​Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.