Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Senin (2/2) pagi menyusul pengunduran diri sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan setelah penutupan perdagangan akhir pekan lalu. IHSG dibuka turun di level 8.306 dan bergerak melemah cukup signifikan sejak awal sesi.
Pengunduran diri pejabat OJK terjadi pada perdagangan sore di akhir pekan kemarin ketika pasar saham domestik sudah menutup sesi perdagangannya. Pelaku pasar masih menanti sikap pemerintah merespons keputusan MSCI (Morgan Stanley Capital International) serta penunjukan pejabat OJK pengganti secara definitif.
“Pasar bereaksi negatif karena ketidakpastian kebijakan dan menunggu kejelasan respons pemerintah atas MSCI serta pengisian jabatan OJK,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU.
Dari dalam negeri, S&P Global Manufacturing Index (PMI) Indonesia Januari tercatat naik ke level 52,6. Selain itu, data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia juga dijadwalkan rilis pada hari ini.
Inflasi Indonesia diproyeksikan berada di kisaran 3,7% secara tahunan (yoy). Sementara itu, neraca perdagangan diperkirakan tetap mencatat surplus dengan potensi penurunan tipis dari posisi Desember sebesar US$2,65 miliar.
Nilai tukar rupiah diperdagangkan relatif stabil dengan kecenderungan menguat di kisaran 16.770 per dolar AS pada sesi pagi. Stabilnya rupiah terjadi di tengah membaiknya indeks dolar AS di level 97,07 serta imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang bertahan di 4,253%.
Dari global, Presiden Trump berencana mengajukan Kevin Warsh sebagai Gubernur Bank Sentral AS pada Jumat pekan lalu. Rencana tersebut dinilai pasar sebagai pemicu koreksi harga emas yang ditransaksikan di kisaran US$4.711 per ons troy atau sekitar Rp2,55 juta per gram karena kandidat baru dinilai cenderung hawkish terhadap kebijakan moneter AS ke depan.
