google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 PREDIKSI IHSG: Pertemuan RI-MSCI Direspons Positif, Indeks masih akan Bergerak Menguat

Advertisement

PREDIKSI IHSG: Pertemuan RI-MSCI Direspons Positif, Indeks masih akan Bergerak Menguat

03 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang melanjutkan penguatan setelah pasar merespons positif hasil pertemuan Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Optimisme tersebut muncul meski pelaku pasar sempat ragu dan IHSG melemah tajam pada awal sesi perdagangan.


Pada perdagangan Selasa (3/2), IHSG ditutup menguat 2,52% ke level 8.122,597 setelah sempat terpuruk hingga 7.712 pada sesi pagi. IHSG mengalami tekanan hebat di awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik menguat seiring membaiknya sentimen pasar.


“Pasar melihat hasil pertemuan dengan MSCI sebagai katalis utama meskipun pada awalnya masih direspons dengan keraguan,” kata Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.


Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan sejumlah bursa saham Asia yang parkir di zona hijau. Data indeks manufaktur Amerika Serikat yang membaik menjadi salah satu katalis penguatan bursa Asia, meski pelaku pasar lebih menitikberatkan sentimen positif dari hasil pertemuan dengan MSCI.


Dari pasar valuta asing, kinerja IHSG turut ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah. Rupiah ditutup menguat di level 16.755 per dolar AS dan relatif tidak mengalami tekanan hebat meskipun IHSG sempat terpuruk cukup dalam dalam sepekan terakhir.


Pelaku pasar akan terus memantau langkah pemerintah pascapengunduran diri sejumlah pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perhatian pasar juga tertuju pada stabilitas kebijakan yang dinilai berpengaruh terhadap arah pergerakan IHSG selanjutnya.


Selain itu, pasar mencermati eksekusi butir-butir kesepakatan dengan MSCI hingga tercapai kepastian regulasi di pasar keuangan. Kepastian tersebut diperkirakan menjadi penentu keberlanjutan tren pergerakan IHSG ke depan.


Di sisi lain, harga emas dunia pada perdagangan sore ditransaksikan menguat ke level US$4.908 per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram. Harga emas menguat setelah mengalami tekanan hebat pada akhir pekan dan masih memiliki celah untuk melanjutkan kenaikan di tengah kondisi geopolitik global yang belum stabil.