Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto dan Ketua Bhayangkari Mona Whisnu Hermawan saat merayakan Natal di Gereja HKBP Adiankoting Jae, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (18/12).
ANTARAsatu.com | TAPANULI SELATAN - Di tengah sisa-sisa banjir dan tanah longsor serta reruntuhan rumah yang masih menyisakan duka, suasana hangat menyelimuti Gereja HKBP Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (20/12). Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan Februanto bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Mona Whisnu Hermawan hadir merayakan Natal bersama warga yang terdampak bencana, membawa pesan penguatan dan harapan.
Ibadah Natal Oikumene digelar sederhana, tetapi penuh haru. Tangis, doa, dan nyanyian pujian berpadu di antara reruntuhan dan kisah kehilangan.
Dalam momen itu Kapolda Sumut mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan tidak larut dalam kesedihan. Dia menegaskan bahwa Polri hadir bukan semata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat yang ikut merasakan duka.
"Kami hadir sebagai saudara. Polri datang untuk berbagi rasa, menguatkan, dan membawa sukacita Natal. Tetaplah kuat dan dekatkan diri kepada Tuhan, karena Dia tidak pernah meninggalkan kita," tutur Whisnu.
Sebagai wujud kepedulian, Kapolda Sumut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan warga korban banjir dan longsor. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menumbuhkan kembali semangat warga yang sedang berjuang bangkit.
Momen emosional terjadi saat pimpinan gereja melakukan prosesi mangulosi Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari. Ulos yang disematkan menjadi lambang doa, kasih, dan harapan agar ikatan kebersamaan antara Polri dan masyarakat terus terjalin.
Usai ibadah, Kapolda Sumut meninjau sejumlah rumah ibadah yang terdampak bencana. Memastikan pemulihan fasilitas umum masih menjadi bagian dari perhatian Polri terhadap masyarakat.
Perayaan Natal serupa juga berlangsung di Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Jumat (19/12). Bertempat di Aula HKBP Parbotihan yang difungsikan sebagai posko pengungsian, Kapolda Sumut bersama Ketua Bhayangkari merayakan Natal bersama warga terdampak banjir dan longsor.
Kegiatan ini dihadiri Pejabat Utama Polda Sumut, unsur Forkopimda, Bhayangkari, serta masyarakat. Sekitar 800 warga mengikuti ibadah Natal dengan khidmat, termasuk Bupati Humbang Hasundutan Oloan P. Nababan.
Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Arthur Sameaputty mengatakan, kehadiran Kapolda Sumut beserta rombongan merupakan bentuk empati nyata Polri terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
"Perayaan Natal ini bukan sekadar ibadah, tetapi momentum memperkuat solidaritas dan memastikan negara hadir di tengah masyarakat," ujarnya.
Usai ibadah, Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan berupa 700 paket sembako, 550 bingkisan anak-anak, serta 150 pasang seragam sekolah.
Sehari sebelumnya, suasana penuh pengharapan juga terasa di Gereja HKBP Adiankoting Jae, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (18/12). Sedikitnya 850 warga terdampak bencana mengikuti ibadah Natal bersama Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari.
Ibadah diisi dengan puji-pujian, persembahan polwan, serta prosesi penyalaan lilin Natal sebagai simbol terang di tengah kegelapan. Renungan yang disampaikan Pdt. Donal Pieter Sinaga mengajak jemaat tetap teguh dalam iman dan saling menguatkan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam perayaan Natal ini merupakan wujud empati dan kepedulian Polri kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak sendiri. Polri bersama Bhayangkari hadir untuk berbagi kasih, menguatkan iman, dan menumbuhkan kembali harapan," ucapnya.
Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak korban bencana. Selain bingkisan Natal, Bhayangkari menyalurkan perlengkapan sekolah berupa pakaian, tas, buku, dan alat tulis.
Interaksi hangat dan suasana sukacita dirancang sebagai bagian dari trauma healing agar anak-anak kembali ceria dan percaya diri.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, rangkaian kegiatan Natal ini mencerminkan pendekatan Polri yang humanis dan peduli pada pemulihan menyeluruh masyarakat pascabencana.
"Momentum Natal menjadi ruang untuk meneguhkan nilai kasih, solidaritas, dan kepedulian, terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma," ujarnya.
