Korban penembakan, Doni alias Doni Pacek, 40, Wadan Koti Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, saat tiba di RS Bhayangkara Medan, Minggu (18/10).(Istimewa)
ANTARASATU.COM | Deli Serdang - Malam Minggu (18/10) di Dusun IV, Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut, mestinya berlalu tenang. Sekitar pukul 21.00 WIB, ketenangan itu pecah oleh rentetan tembakan.
Warga yang berada di dalam rumah mendengar suara letusan berulang. Lalu teriakan minta ampun dari sebuah mobil yang melaju tak terkendali.
Mobil itu Toyota Yaris putih BK 1442 MAG. Sopirnya, Doni alias Doni Pacek, 40, tewas dengan luka tembak di leher. Ia adalah Wakil Komandan Inti (Wadan Koti) Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang.
Menurut polisi, pelaku penembakan diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) yang sama dengannya.
Perjalanan Doni malam itu bermula dari kabar buruk. Menurut Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni Damanik, Doni dan rekan-rekannya menerima telepon yang meminta bantuan karena ada penyerangan di Desa Bandar Labuhan.
Mereka berangkat dari Kelurahan Tanjung Morawa Pekan dengan mobil milik Doni. Namun mereka tak pernah tiba. Di Dusun IV Desa Bangun Rejo, mobil itu diadang rombongan bersepeda motor.
Menurut polisi, para pelaku membawa senjata tajam dan senjata api. Lalu menembak beberapa kali hingga menembus kaca mobil.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang, Junaidi, menyebut Doni mengemudi bersama empat rekannya: Indra Wijaya Lingga, Dio, Hatta, dan Juanda.
"Anggota itu lagi jalan, mengendarai mobil, tiba-tiba ditembak dari luar," ujarnya, Senin (19/10).
Peluru yang menembus leher membuat Doni tewas di tempat. Seorang rekannya terluka tembak di paha.
Pengemudi yang kehilangan kendali membuat mobil oleng dan menghantam teras rumah warga, tiang listrik, serta seorang anak kecil yang berada di jalan.
Bagi warga, malam itu berlangsung mencekam. Uli, warga Dusun IV yang kejadiannya berlangsung persis di depan rumahnya, menyebut pelakunya banyak.
Sebagian naik mobil hitam, sebagian bersepeda motor dan mereka membawa senjata tajam jenis kelewang.
Warga lain, Mila, memperkirakan suara tembakan terdengar lebih dari 10 kali. Ia mendengar jelas permohonan ampun dari dalam mobil.
Kepanikan menyebar. Warga berhamburan keluar rumah dan massa sempat nyaris membakar mobil korban yang ringsek.
Polisi, dibantu perangkat desa, berhasil meredam situasi. Polisi lalu mengamankan sejumlah saksi kunci yang berada di dalam mobil untuk dimintai keterangan.
Jenazah Doni kemudian diotopsi di RS Bhayangkara Medan. Selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Penyelidikan bergerak cepat. Polda Sumut bersama Polresta Deli Serdang menerjunkan tim khusus mengejar para pelaku dan kasus kini ditangani Polda Sumut. Hingga Selasa (20/10), tiga orang telah diamankan.
"Informasinya permasalahan pribadi," ungkal kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan.
Ia menyebut penembakan terjadi antarsesama anggota ormas. Namun polisi belum membuka identitas dan peran ketiganya dan masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Pengamanan juga diperketat di Tanjung Morawa untuk mencegah bentrokan susulan.
