google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Hanyut saat Mandi, Tim SAR Temukan Tubuh Kaku Yesi di Sungai Ular

Advertisement

Hanyut saat Mandi, Tim SAR Temukan Tubuh Kaku Yesi di Sungai Ular

19 Oktober 2026

Proses evakuasi jasad Yesi dari sungai Ular, Senin (19/10).

ANTARASATU.COM | Deli Serdang - Seorang remaja putri berusia 17 tahun bernama Yesi meninggal dunia setelah hanyut saat mandi di Sungai Ular, Deli Serdang, Sumatra Utara. Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Senin (19/10) setelah tiga hari pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, Yesi ditemukan pada pukul 08.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung di pinggir sungai, sekitar 3,4 kilometer ke arah utara dari lokasi kejadian.

 "Tim SAR Gabungan telah melaksanakan upaya pencarian sesuai dengan rencana operasi. Pada hari ketiga, korban akhirnya berhasil ditemukan," ungkapnya, Senin (19/10) sore.

Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Yesi bersama tiga orang temannya sedang mandi di Sungai Ular di wilayah Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Saat beraktivitas di sungai, Yesi diduga hanyut terseret arus. Teman-temannya kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepala desa untuk meminta pertolongan.

Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, tetapi korban belum berhasil ditemukan. Kepala Desa Denai Kuala, Wardi, kemudian menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Hery, pihaknya mengerahkan enam personel tim penyelamat beserta peralatan SAR ke lokasi kejadian pada Sabtu (17/10). Tim selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, dan pemerintah setempat.

Koordinasi dilanjutkan dengan asesmen awal serta pengarahan bersama unsur SAR yang terlibat. Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi dua unit pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).

SRU pertama melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian menggunakan alat Aqua Eye. Tim juga menyisir permukaan air dengan perahu karet sejauh sekitar satu kilometer ke arah hilir sungai.

Sementara SRU kedua melakukan pencarian melalui jalur darat dengan menyisir tepian sungai. Mereka menyisir sejauh sekitar satu kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian.

Pada hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pada pukul 07.30 WIB. Hingga akhirnya korban dapat ditemukan sekitar 50 menit setelah pencarian dimulai.

Setelah ditemukan, Tim SAR Gabungan segera mengevakuasi korban dan diserahkan ke pihak keluarga. Hery berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat operasi pencarian.

Dia pun mengimbau masyarakat, khususnya para orangtua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau beraktivitas di sekitar sungai dan di wilayah perairan lain. Dia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan potensi bahaya, terutama kondisi arus dan kedalaman sungai.

Anak-anak juga perlu mendapat pendampingan orang dewasa saat berada di area perairan. Masyarakat diimbau untuk tidak berenang atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.

"Selain itu, aktivitas di perairan sebaiknya dihindari jika kondisi arus dan lingkungan dinilai tidak aman," pungkasnya.