google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 ASAP KARHUTLA: Modifikasi Cuaca, Sumut Tebar Garam di Udara Dua Kali Sehari

Advertisement

ASAP KARHUTLA: Modifikasi Cuaca, Sumut Tebar Garam di Udara Dua Kali Sehari

17 Oktober 2026

Garam yang akan ditebar di udara.

ANTARASATU.COM | Deli Serdang - Pemprov Sumut melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan garam untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayahnya. Operasi ini dijadwalkan berlangsung dua kali sehari selama tiga hari.

Wakil Gubernur Sumut, Surya, mengatakan modifikasi cuaca dilakukan untuk memicu hujan sehingga dapat membantu mengurangi kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Modifikasi cuaca ini diharapkan bisa membantu mengurangi kabut asap kebakaran hutan dan lahan,” ujar Surya seusai melepas pesawat Cessna Caravan di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (16/10).

Surya mengatakan, Pemprov Sumut telah memastikan kesiapan logistik berupa garam jenis natrium klorida (NaCl) yang akan dibawa pesawat untuk operasi modifikasi cuaca. Garam akan ditaburkan pada ketinggian tertentu untuk mempercepat proses kondensasi dan penggabungan butir-butir air di dalam awan.

Proses itu diharapkan dapat mempercepat pembentukan hujan. Dengan lokasi pilihan awal di wilayah Medan, Binjai dan Deli Serdang, baru dilanjutkan ke daerah lain.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Saragih mengatakan, operasi modifikasi cuaca itu direncanakan berlangsung selama tiga hari. Dalam setiap penerbangan, pesawat membawa satu ton NaCl dengan durasi penerbangan sekitar dua jam.

“Setiap penerbangan membawa muatan satu ton NaCl dengan durasi penerbangan sekitar dua jam,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penerbangan untuk operasi modifikasi cuaca dijadwalkan dilakukan dua kali sehari. Operasi ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penanganan kabut asap akibat karhutla.

Dia berharap operasi ini dapat memicu turunnya hujan, memperbaiki kualitas udara serta mengurangi kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat di Sumut.

Menurut Surya, kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Namun juga mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas penerbangan.

Berdasarkan catatan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, sebanyak tiga penerbangan domestik dibatalkan. Sebanyak 11 penerbangan domestik dan internasional juga mengalami penundaan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, Pemprov Sumut juga menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB sederajat. PPJ diterapkan mulai 16 hingga 21 Oktober 2026.