ANTARASATU.COM | Pekanbaru - Di tengah kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas ekonomi Riau yang terus bergerak, kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bergantung pada kesiapan fasilitas di hulu distribusi. Karena itu, Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman turun langsung meninjau Fuel Terminal (FT) Sei Siak, Pekanbaru, Rabu (14/10).
Taufik didampingi Executive General Manager Regional Sumbagut Fanda Chrismianto beserta jajaran manajemen regional. Kunjungan ini menjadi cara manajemen melihat langsung pelaksanaan operasional, mengevaluasi kinerja fasilitas dan mencari peluang peningkatan efektivitas serta efisiensi proses bisnis demi kelancaran distribusi energi.
Selama di lokasi, Taufik mengecek sejumlah aktivitas operasional dan fasilitas pendukung. Peninjauan mencakup kondisi aktual operasional, kesiapan sarana dan prasarana serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan fasilitas penyaluran BBM.
Rencana pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan FT Sei Siak juga ikut ditinjau. Tinjauan ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat evaluasi atas aspek operasional yang masih bisa dioptimalkan.
Lewat pengamatan langsung dan koordinasi dengan tim di lapangan, manajemen berharap potensi perbaikan dapat diidentifikasi secara konkret sehingga tindak lanjutnya lebih terarah, terukur dan sesuai kebutuhan. Taufik mengatakan, evaluasi yang berkelanjutan adalah hal yang sangat penting agar setiap fasilitas menjalankan perannya secara optimal.
"Keandalan operasional harus senantiasa dijaga melalui evaluasi secara berkala, penguatan penerapan aspek keselamatan, serta identifikasi peluang perbaikan yang dapat ditindaklanjuti secara konkret," ujarnya.
Ia menambahkan, tinjauan langsung dilakukan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, didukung kesiapan fasilitas dan personel serta terus meningkat demi kelancaran penyaluran energi kepada masyarakat.
FT Sei Siak merupakan salah satu fasilitas strategis penopang distribusi BBM di Pekanbaru dan sekitarnya. Keberadaannya penting untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dan memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi di Riau.
Dengan peran itu, kesiapan fasilitas dan keandalan operasionalnya perlu dijaga lewat pengawasan, pemeliharaan dan evaluasi kinerja yang berkesinambungan. Selain keandalan fasilitas, penerapan Health, Safety, Security and Environment (HSSE) menjadi perhatian dalam pengelolaan operasional.
Setiap aktivitas penyaluran energi, menurut manajemen, harus mengedepankan keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, perlindungan lingkungan dan kepatuhan pada prosedur. Penguatan budaya keselamatan di seluruh lini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan agar operasional berjalan bertanggung jawab dan sesuai standar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menilai keandalan fasilitas menjadi faktor penting bagi kesinambungan distribusi energi dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengelolaan fasilitas perlu diiringi perhatian pada aspek sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
"Selain menjaga kelancaran distribusi BBM, kami juga mendorong pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," kata Fahrougi.
Ia berharap sinergi aspek operasional dan sosial membuat kehadiran Pertamina memberi nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Tinjauan manajemen ini juga bertujuan menyelaraskan pelaksanaan operasional di lapangan dengan arah dan target perusahaan. Sinergi manajemen dan pekerja operasional dinilai perlu agar setiap tantangan dapat ditangani tepat, sekaligus mendorong praktik kerja yang lebih efektif, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
