google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Ngerinya Rumah Usman yang Nyaris Amblas saat Jalan Nasional STM Hulu Longsor

Advertisement

Ngerinya Rumah Usman yang Nyaris Amblas saat Jalan Nasional STM Hulu Longsor

12 September 2026


ANTARASATU.COM | Deli Serdang - Suara gemuruh membangunkan Usman, 52, dari tidurnya pada Selasa (8/9) dini hari. Suara itu begitu keras hingga membuatnya mengira terjadi gempa.

Namun, bukan gempa yang terjadi. Jalan M. Saleh di Desa Tiga Juhar, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, longsor dan amblas ke jurang. Rumah Usman berada tepat di samping lokasi jalan yang longsor tersebut.

"Saya terbangun karena dengar suara kencang, mirip kayak suara gempa tadi. Tapi di sini tidak gempa. Karena benturan tadi begitu kuatnya, saya sampai terbangun," tutur Usman, Rabu (9/9).

Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB. Hujan deras telah mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari dan masih berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WIB.

Begitu terbangun, Usman bersama istrinya segera keluar rumah. Ia ingin memastikan apa yang terjadi di luar. Betapa kagetnya Usman ketika melihat jalan yang berada persis di samping rumahnya sudah tidak ada.

"Pas jalannya ambles, di sini hujan deras. Lama, dari sore, malam pun datang lagi hujan sampai jam 3 pagi," ungkap Usman.

Badan Jalan M. Saleh amblas dan jatuh ke jurang sedalam sekitar 20 meter. Longsoran menghabiskan hampir seluruh badan jalan. Yang tersisa hanya bahu jalan selebar sekitar satu meter.

"Saat itu juga saya hubungilah Pak Camat. Enggak tenanglah juga pikiran saya, resah," ujar Usman.

Bagi Usman, longsor itu bukan sekadar membuat akses warga terputus. Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya ikut berada dalam situasi mengkhawatirkan karena lokasinya hanya beberapa meter dari tebing longsoran.

Kondisi semakin mencekam karena jalan tersebut merupakan jalur utama yang biasa dilalui kendaraan masyarakat. Saat kejadian, beruntung tidak ada kendaraan yang sedang melintas tepat di lokasi longsor.

Namun Usman kemudian melihat sebuah mobil melaju dari arah jalan yang amblas. Ia langsung melambaikan tangan untuk memberi peringatan kepada pengemudi.

"Untung saja dia berhenti, kalau tidak pasti terjun ke jurang," kata Usman.

Peristiwa itu membuat Usman semakin menyadari betapa berbahayanya lokasi tersebut.

Jalan yang sebelumnya menjadi akses kendaraan kini berubah menjadi jurang. Warga hanya bisa melewati sisa bahu jalan dengan berjalan kaki.

Petugas pun telah memasang garis peringatan dan menutup jalan tersebut bagi kendaraan. Longsornya Jalan M. Saleh tidak hanya berdampak pada warga Desa Tiga Juhar.

Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di tiga kecamatan sehingga putusnya badan jalan membuat mobilitas warga terganggu. Jalan M. Saleh yang berstatus jalan provinsi itu hingga kini belum dapat dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor.

Padahal kawasan STM Hulu dikenal memiliki sejumlah tujuan wisata yang kerap dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Ada Danau Linting, Lau Mentar Canyon, Air Terjun Lau Lutih, Air Terjun Pelangi, serta sejumlah lokasi wisata lainnya.

Bagi wisatawan yang datang dari Kota Medan, Jalan M. Saleh menjadi salah satu akses utama menuju kawasan tersebut.

Camat STM Hulu Sadar Purba mengimbau masyarakat yang hendak menuju STM Hulu untuk sementara menggunakan jalur alternatif selama proses perbaikan jalan berlangsung. Untuk kendaraan pribadi, pengendara dapat melewati Desa Kuta Jurung.

"Jalannya beraspal, tapi perlu babat kiri kanan tiga kilometer. Tembusnya nanti ke Desa Tanah Gara Hulu, jarak 5 kilometer kurang lebih," kata Sadar, Jumat (11/9).

Namun, jalur tersebut tidak disarankan bagi kendaraan roda empat bertonase besar seperti truk. Pengemudi kendaraan berat disarankan menggunakan jalur Desa Negara Beringin, Bangun Tobing, STM Hilir, kemudian menuju Perguroan, Bangun Purba.

Menurut Sadar, beberapa bagian jalan pada jalur tersebut mengalami kerusakan dan berlubang. Ada pula jalur yang lebih dekat melalui Perguroan, Desa Lau Rempak, yang tembus ke Gunung Rintih, STM Hilir.

Namun sekitar dua kilometer ruas jalan tersebut belum beraspal dan masih berupa pasir serta batu. Sementara kendaraan bus dapat menggunakan jalur dari Lubuk Pakam menuju Bangun Purba dan selanjutnya Tiga Juhar.

"Kondisi jalan pada jalur ini relatif baik karena sudah beraspal," imbuh Sadar.

Adapun Jalan M. Saleh yang longsor kini dalam proses perbaikan oleh dinas terkait. Kedalaman jurang di lokasi longsor menjadi salah satu tantangan dalam pengerjaan ruas jalan tersebut.

Pemerintah menargetkan perbaikan Jalan M. Saleh dapat selesai pada Desember 2026. Sampai perbaikan selesai, warga dan pengguna jalan diminta tidak memaksakan diri melintasi lokasi longsor.