Proses evakuasi jenazah Mahyar dari Sungai Lobang.
ANTARASATU.COM | Simalungun - Mahyar, 25, tenggelam setelah menyelam ke dasar Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk membuka tali buoy pada Minggu (13/9). Korban tidak kunjung muncul ke permukaan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di kedalaman sekitar 10 meter.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, Mahyar ditemukan Tim SAR Gabungan pada Minggu (13/9) malam setelah dilakukan pencarian menggunakan alat deteksi bawah air dan penyelaman.
“Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, selanjutnya korban kami serahkan kepada pihak keluarga,” kata Hery, Senin (14/9).
Mahyar sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Minggu (13/9) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Pemandian Alam Sejuk, Sungai Lobang. Saat itu, korban melakukan penyelaman secara manual ke dasar sungai untuk membuka tali buoy di dasar sungai.
Tali buoy (atau tali pelampung/rescue rope) adalah tali khusus untuk mengapung di atas air. Tali ini biasanya digunakan bersama pelampung penolong seperti life buoy atau ring buoy dalam keadaan darurat.
Namun, setelah beberapa menit, Mahyar tidak kembali ke permukaan. Warga yang berada di lokasi kemudian melakukan pencarian awal dan melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center Emergency 115 Basarnas.
Laporan tersebut diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Tim Rescue Pos SAR Danau Toba kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 21.40 WIB.
Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan pencarian dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan pencarian di sekitar lokasi menggunakan Aqua Eye yang kemudian dilanjutkan dengan penyelaman.
Sementara tim kedua melakukan penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir sungai sejauh sekitar 100 meter. Setelah dilakukan pendeteksian menggunakan Aqua Eye dan penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi korban, Mahyar ditemukan pada pukul 23.40 WIB.
Korban berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi pada Senin (14/9) sekitar pukul 00.20 WIB dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dalam operasi pencarian tersebut Pos SAR Danau Toba mengerahkan enam personel. Pencarian juga didukung personel Polsek Raya Kahean, pemerintah setempat, potensi SAR, masyarakat serta keluarga korban.
Operasi pencarian menurut Hery sempat menghadapi kendala berupa kondisi lubuk sungai yang cukup dalam. Selain itu, pencarian dilakukan pada malam hari sehingga penerangan dan jarak pandang terbatas.
Dengan telah ditemukan korban dan diserahkan kepada keluarga, operasi SAR telah dihentikan. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengimbau masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun kawasan pemandian alam.
Aktivitas penyelaman sebaiknya dilakukan dengan perlengkapan keselamatan dan kemampuan yang memadai.
