google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 PROGRAM SEKAR: Pertamina Latih Siswa Pesisir Medan Kelola Rumah Kompos

Advertisement

PROGRAM SEKAR: Pertamina Latih Siswa Pesisir Medan Kelola Rumah Kompos

19 Juli 2026


ANTARASATU.COM | MEDAN - PT Pertamina Patra Niaga melatih ratusan siswa SD Negeri 068426 di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, mengelola rumah kompos. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sekolah Kawasan Pesisir (SEKAR).

Program tersebut merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program yang telah berjalan sejak 2025 itu merupakan inisiatif edukasi lingkungan yang bertujuan meningkatkan literasi serta kepedulian siswa terhadap pelestarian kawasan pesisir.

Melalui pendekatan learning by doing, para siswa dibekali pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai pengelolaan sampah. Mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan rumah kompos, daur ulang, penanaman vegetasi, hingga aksi bersih lingkungan.

Dalam kegiatan edukasi penggunaan rumah kompos itu, Pertamina Patra Niaga melibatkan 20 siswa perwakilan kelas IV, V, dan VI. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diteruskan kepada seluruh warga sekolah yang berjumlah 497 siswa, didukung 26 tenaga pendidik.

Dengan begitu manfaat program bisa dirasakan lebih luas. Pelaksanaan program ini turut mendapat dukungan dari Pengawas Sekolah Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Nelayan Indah, serta Kecamatan Medan Labuhan.

VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, pendidikan lingkungan sejak usia dini merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa upaya menjaga lingkungan perlu dimulai sejak dini. Melalui Program SEKAR, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kebiasaan positif melalui praktik langsung sehingga para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat pesisir," tuturnya.

Kepala SD Negeri 068426 Nurhayati mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai program itu membantu siswa memahami cara memilah sampah, mengenali jenis sampah yang dapat didaur ulang. Kemudian mengolahnya menjadi berbagai karya kreatif bernilai.

"Kini, anak-anak tidak lagi hanya membuang sampah ke tempat sampah, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi berbagai hasil kreativitas, seperti hiasan dinding berbentuk kupu-kupu dan karya lainnya," katanya.

Selain pengelolaan sampah, Program SEKAR juga menghadirkan manfaat nyata lewat pemanfaatan rumah kompos. Yakni untuk mengolah sampah organik menjadi kompos serta mendaur ulang sampah anorganik.

Program ini juga didukung pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lingkungan sekolah. Bahkan mampu menghemat biaya listrik sekitar Rp150 ribu per bulan, sekaligus menjadi sumber listrik cadangan saat terjadi pemadaman.

Melalui berbagai kegiatan itu, siswa didorong membangun kebiasaan memilah sampah, mengurangi pencemaran lingkungan. Begitu juga memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir dalam kehidupan sehari-hari. 

Kitty memastikan, Pertamina Patra Niaga masih akan terus mengembangkan program-program TJSL yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim serta ekosistem laut.