google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 LEDAKAN MEDAN: SAR Temukan Jasad yang Ketiga di Atas Tempat Tidur

Advertisement

LEDAKAN MEDAN: SAR Temukan Jasad yang Ketiga di Atas Tempat Tidur

21 Juli 2026

Jasad yang ketiga dari korban ledakan di Grand Polonia, Medan, Selasa (21/7). (Ist. Dok Basarnas Medan)

ANTARASATU.COM | MEDAN - Tim SAR Gabungan menemukan jasad yang ketiga sekaligus terakhir korban ledakan di perumahan Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7). Korban ditemukan di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap.

"Alhamdulillah, pada pukul 18.20 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan (Basarnas Medan) Hery Marantika, Selasa (21/7) malam.

Melihat dari dokumentasi Basarnas Medan, korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Melintang di separuh bagian bawah tempat tidur berseprei corak anak-anak.

Kedua tangan korban mengganjal wajah yang menghadap ke kanan. Sementara bagian tubuh dari pinggul ke bawah tertimpa runtuhan besar bangunan.

Terlihat juga ada bercak darah di atas sprei bagian bawah. Bercak darah tersebut sejajar dengan bahu korban.

Hery memastikan saat ini korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang. Berdasarkan data yang dikantongi Basarnas Medan, dari total tujuh orang korban, sebanyak empat di antaranya berhasil selamat.

Mereka yang selamat adalah Jeavelin yang masih berusia dua tahun, Hasan, seorang sopir dan seorang kurir bernama Yuda. Dengan penemuan jasad ini, dapat dipastikan tiga korban lainnya meninggal dunia, yakni Jesika, 33, Ros dan Sinta.

Hery mengatakan, dengan ditemukannya jasad yang ketiga, operasi SAR di lokasi itu berakhir. Dia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu upaya pencarian korban.

Sebelumnya, ledakan hebat mengguncang Kompleks Perumahan Grand Polonia pada Senin (20/7) sore. Dentuman keras terdengar hingga radius sekitar satu kilometer.

Suara ledakan mengejutkan penghuni kompleks dan warga di sekitar lokasi. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran kuat yang disusul kepulan debu dari arah pusat ledakan.

Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri karena mengira terjadi gempa atau ledakan susulan. Di lokasi, beberapa rumah tampak mengalami kerusakan berat.

Dinding bangunan roboh, atap ambruk, kaca-kaca pecah dan material bangunan berserakan di halaman maupun badan jalan kompleks. Kuatnya ledakan juga merusak kendaraan yang terparkir tidak jauh dari titik ledakan.

Namun penyebab ledakan hingga kini belum dapat dipastikan. Polrestabes Medan menduga ledakan yang terjadi dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, hasil investigasi awal mengarah pada kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah tanah. Polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi menggunakan alat pendeteksi gas.

“Pada pukul 15.30 WIB terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia. Dari hasil investigasi awal yang sekarang ini masih berlangsung, disebabkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah,” ungkapnya, Senin (20/7) malam.

Menurut dia, alat pendeteksi gas menunjukkan adanya indikasi kebocoran. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.

“Kami sudah masuk menggunakan alat deteksi gas dan memang terdeteksi adanya gas. Tapi ini masih dugaan dari investigasi awal,” ujarnya. 

Namun kemudian dugaan itu dibantah Perusahaan Gas Negara (PGN). Bantahan itu didasarkan pada fakta tidak ditemukannya kandungan gas metana atau gas bumi di salah satu rumah yang diduga menjadi lokasi sumber ledakan.

“Hasil deteksi gas yang dilakukan tim kami menunjukkan angka 0 part per million (ppm) di seluruh area kejadian,” ungkap Area Head PGN Medan Agus Kurniawan, Selasa (21/7).

Dia menjelaskan, pengukuran dilakukan pada malam kejadian dan disaksikan langsung oleh pihak eksternal berwenang. Pemeriksaan dilakukan di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah yang diduga menjadi lokasi ledakan.

“Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang pada malam ini di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana,” paparnya.

Meski hasil deteksi menunjukkan nihilnya kandungan gas, Agus menegaskan penyebab pasti kejadian itu tetap menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang. PGN menyatakan belum bisa menyimpulkan sumber ledakan sebelum proses penyelidikan tuntas.