google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 LEDAKAN MEDAN: SAR Temukan Jasad yang Kedua, Pencarian masih Berlanjut

Advertisement

LEDAKAN MEDAN: SAR Temukan Jasad yang Kedua, Pencarian masih Berlanjut

21 Juli 2026

Korban kedua yang berhasil ditemukan. (Ist. Dok Basarnas Medan)

ANTARASATU.COM | MEDAN - Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban ledakan di perumahan Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7). Ini merupakan korban kedua yang ditemukan di bawah reruntuhan dalam keadaan meninggal dunia.

"Korban berjenis kelamin perempuan ini ditemukan pukul 15.40 WIB," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Selasa (21/7).

Dia memastikan korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih diverifikasi.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan sejak awal mengerahkan Tim Rescue beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR) untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan bersama unsur SAR gabungan. Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).

SRU I menggunakan drone thermal untuk pencarian dan identifikasi korban di sekitar lokasi. SRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1 pada area yang lebih luas.

SRU III menyisir titik prioritas dengan metode ASR 3 menggunakan peralatan ekstrikasi. Sementara SRU IV mengevakuasi material reruntuhan dengan dukungan crane, mobil tangga pemadam kebakaran dan ekskavator untuk membuka akses menuju titik yang diduga terdapat korban.

Berdasarkan data sementara, dari total tujuh orang yang berada di lokasi saat kejadian, empat orang berhasil selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Korban selamat terdiri dari Jeavelin, bocah perempuan berusia dua tahun, Hasan, seorang sopir dan seorang kurir yang identitasnya masih diverifikasi. Adapun korban meninggal dunia yang ditemukan pada hari kedua ini yang sudah diketahui identitasnya bernama Jesika, berusia 36 tahun.

Hery memastikan, proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. Hal itu dikatakannya mengingat kondisi bangunan yang masih labil dan berpotensi mengalami runtuhan susulan.

SAR gabungan juga bekerja memanfaatkan peralatan Urban Search and Rescue. Termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi untuk mempercepat proses pencarian korban.

Peralatan yang dikerahkan mencakup rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, mobil tangga pemadam kebakaran dan ekskavator. Kemudian dozer, peralatan ekstrikasi, peralatan mountaineering, peralatan medis, peralatan komunikasi, alat penerangan dan ambulans.

Menurut Hery, medan operasi memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyak material bangunan yang tidak stabil. Karena itu setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tetap menjamin keselamatan personel sekaligus memaksimalkan peluang menemukan korban.

Proses pencarian juga menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju lokasi yang sempit serta banyaknya material bangunan yang rawan mengalami runtuhan susulan.

Hery menambahkan, keberhasilan menemukan satu korban lagi pada hari kedua merupakan hasil kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai. Saat ini mereka fokus menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang.

"Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan proses pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga seluruh korban berhasil ditemukan," ujarnya.