google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Satu Malam Banjir Rendam Tiga Wilayah di Sumut, Ini Daerah Paling Parah Terdampak

Advertisement

Satu Malam Banjir Rendam Tiga Wilayah di Sumut, Ini Daerah Paling Parah Terdampak

23 Mei 2026


ANTARAsatu.com | MEDAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra Utara dalam satu malam memicu bencana banjir di sejumlah titik. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumut mencatat, ada tiga wilayah yang terendam banjir secara bersamaan sejak Rabu (20/5).

Ketiga wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Meski tidak ada korban jiwa, ratusan warga terpaksa mengungsi karena kediaman mereka terendam air.

Berdasarkan data Pusdalops Sumut per Kamis (21/5), Taput menjadi wilayah dengan sebaran area terdampak paling luas. Banjir di daerah ini melanda tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan sekaligus.

Selain merendam permukiman warga, banjir di Taput juga merusak lahan pertanian. Sedikitnya delapan hektare lahan persawahan tergenang air dan terancam fuso (gagal panen).

Banjir juga merendam empat unit rumah warga serta memutus sebagian akses jalan antardesa. Kendati dampaknya meluas, pihak BPBD memastikan nihil korban luka, meninggal dunia, maupun warga yang mengungsi di wilayah ini.

Dampak berbeda dilaporkan dari Pakpak Bharat. Di wilayah ini, banjir memang hanya melanda satu desa di satu kecamatan. Area pertanian yang terdampak mencapai lima hektare, disertai satu unit rumah warga yang mengalami kerusakan.

Namun, satu kepala keluarga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman akibat kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.
Sementara itu, dampak sosial paling parah dialami oleh Tapteng.

Luapan air di Tapteng merendam lima kelurahan di dua kecamatan. Kondisi genangan yang cukup tinggi memaksa sedikitnya 81 jiwa mengungsi ke posko darurat.

Sama seperti wilayah lain, korban luka maupun korban meninggal dunia di Tapteng dilaporkan nihil. Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menyatakan, data-data itu merupakan laporan terkini yang dihimpun oleh Pusdalops Sumut.

Menurut dia, pemerintah daerah di ketiga kabupaten dengan para pemangku kebijakan terkait sudah turun ke lapangan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan darurat. BPBD Sumut juga hingga kini masih terus berkoordinasi aktif dengan posko-posko di daerah terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik serta memantau perkembangan debit air di lapangan.