Khairuna Silvia, operator SPBU 11.201.101 Medan.
Di SAAT jutaan pemudik memacu kendaraan demi mengejar momen sungkeman di kampung halaman, Khairuna Silvia justru berdiri tegak di balik mesin pompa BBM. Bagi operator SPBU 11.201.101 Medan ini, Idulfitri 1447 H bukan tentang opor ayam di meja makan keluarga.
Melainkan tentang memastikan tangki kendaraan masyarakat tetap terisi penuh. Khairuna adalah satu dari ratusan "pejuang energi" di bawah naungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Di tengah gema takbir, ia dan rekan-rekannya memilih tetap berseragam merah-putih. Menjaga ritme distribusi bahan bakar agar arus mudik dan balik tak terhambat.
“Memang ada rasa rindu untuk berkumpul bersama keluarga saat Lebaran, tetapi kami sudah terbiasa berbagi waktu. Yang terpenting, kami tetap bisa melayani masyarakat yang sedang melakukan perjalanan," tutur Khairuna, Kamis (26/3/2026).
Dedikasi individu seperti Khairuna menjadi tulang punggung kesiapsiagaan Pertamina tahun ini. Selama periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiagakan sedikitnya 296 SPBU yang beroperasi nonstop 24 jam.
Titik-titik ini tersebar strategis di jalur utama mudik, kawasan wisata, hingga area dengan mobilitas tinggi. Tak hanya sekadar mengisi bensin, para operator ini merangkap sebagai garda terdepan yang siap membantu pelanggan saat menghadapi kendala teknis di lapangan.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut I Gusti Bagus Suteja mengakui kelancaran energi tahun ini adalah buah dari pengorbanan para personel di lapangan.
“Keandalan layanan energi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim, khususnya para operator SPBU. Kami memastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi optimal,” katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengapresiasi para petugas yang rela menunda kepulangan mereka. Menurutnya, tanpa kesigapan operator di hari H Lebaran, rantai distribusi energi bagi masyarakat bisa terganggu.
“Dedikasi mereka menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi serta mendukung kelancaran arus mudik dan balik,” ungkapny.
Selain menyiagakan SPBU, Pertamina juga mengerahkan armada tambahan, seperti Kiosk Pertamina Siaga dan layanan pesan antar BBM melalui Motorist PDS. Begitu pula hingga fasilitas istirahat Serambi MyPertamina, di lokasi-lokasi krusial.
Secara umum, penyaluran BBM dan LPG di wilayah Sumbagut tercatat berjalan lancar dan terkendali. Sebuah keberhasilan yang dibayar dengan kerelaan para operator seperti Khairuna untuk tetap bertugas saat pintu rumah mereka sendiri masih tertutup rapat.
