Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Ketegangan diplomasi antara AS dan Iran menekan kinerja pasar saham domestik pada akhir pekan ini. IHSG ditutup melemah tajam di zona merah seiring memburuknya sentimen geopolitik global dan tekanan dari pasar Asia.
Pelaku pasar mencermati perkembangan diplomasi AS dan Iran setelah kedutaan virtual AS di Iran mengimbau warganya meninggalkan wilayah tersebut jika memungkinkan. Himbauan itu dipandang sebagai sinyal negatif sektor keuangan dan memperkuat kekhawatiran potensi gagalnya upaya mencegah perang terbuka.
“Pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman karena hasil diplomasi AS dan Iran masih berisiko memicu eskalasi ketegangan,” kata Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, Jumat (6/2).
IHSG sepanjang sesi perdagangan Jumat bergerak di zona merah dan ditutup melemah 2.08% di level 7.935,26. Selama perdagangan berlangsung, IHSG bergerak dalam rentang 7.861 hingga 8.025 seiring memburuknya kinerja mayoritas bursa saham di Asia.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.865 per US Dolar. Penurunan outlook Indonesia menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s menjadi isu besar yang membebani kinerja Rupiah dan IHSG.
Sementara itu, harga emas dunia justru berbalik menguat di kisaran $4.861 per ons troy atau sekitar Rp2,65 juta per gram. Penguatan emas terjadi di tengah spekulasi pertemuan AS dan Iran serta memburuknya data ketersediaan lapangan kerja AS yang memicu spekulasi peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed.
