Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia meroket dan kembali menembus level psikologis US$5.000 per ons troy pada awal perdagangan hari ini, Rabu (4/2). Kondisi tersebut terjadi di tengah pasar keuangan yang minim sentimen agenda ekonomi dan masih dipengaruhi dinamika global.
Harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$5.033 per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram. Penguatan emas terjadi saat pelaku pasar mencermati pergerakan pasar keuangan Asia yang mayoritas melemah pada perdagangan pagi.
“Harga emas kembali menjadi aset lindung nilai utama ketika pasar saham Asia melemah dan ketidakpastian kebijakan global masih tinggi,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.
Pasar keuangan domestik pada hari ini tidak banyak memperoleh sentimen dari sejumlah agenda ekonomi. Kinerja IHSG dan Rupiah diproyeksikan akan lebih banyak mengandalkan sentimen pergerakan pasar keuangan di Asia.
IHSG pada sesi pembukaan perdagangan melemah tipis ke level 8.121. Pelemahan tersebut terjadi saat mayoritas bursa saham Asia ditransaksikan melemah dan berpeluang menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Pelaku pasar keuangan masih menantikan respons kebijakan lanjutan dari hasil pertemuan MSCI (Morgan Stanley Capital International) dengan SRO (Self-regulatory Organization) Indonesia. Sentimen tersebut masih menjadi perhatian utama pelaku pasar saham domestik.
Di sisi lain, mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditransaksikan menguat di kisaran 16.755 per US Dolar. Pergerakan Rupiah tetap dibayangi tekanan Dolar AS sepanjang sesi perdagangan.
Tekanan Dolar AS tercermin dari kenaikan USD Index ke level 97,23 yang memicu indikasi potensi pelemahan Rupiah. Namun tekanan tersebut dinilai masih sangat terbatas karena ekspektasi kebijakan The Fed ke depan belum sepenuhnya akan mengadopsi keinginan Presiden AS.
Selain itu, calon pengganti Gubernur Bank Sentral AS sejauh ini dinilai memiliki kecenderungan kebijakan yang tidak jauh berbeda. Meski demikian, peluang kebijakan yang lebih dovish masih terbuka dan terus dicermati pelaku pasar.
