Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Mata uang rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan, Jumat (6/2). Keduanya melemah di tengah penguatan indeks dolar AS serta penurunan outlook peringkat Indonesia oleh Moody’s.
Rupiah ditransaksikan melemah ke level Rp16.880 per dolar AS, sementara IHSG jatuh ke level 7.945 dengan koreksi di atas 2%. Rupiah hari ini diproyeksikan akan diperdagangkan dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.930 per dolar AS.
"Kabar negatif masih menyelimuti pasar keuangan di tanah air pada perdagangan hari ini," ujar Ekonom UISU, Gunawan Benjamin, di Medan.
Moody’s sebelumnya menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif meskipun rating saat ini masih dipertahankan. Kebijakan Moody’s tersebut membebani kinerja rupiah dan IHSG bersamaan dengan sentimen negatif dari MSCI sebelumnya.
Kinerja USD Index yang menguat hingga ke level 97,93 juga menjadi sentimen negatif bagi pergerakan mata uang garuda. Pelaku pasar saat ini juga terpantau masih terfokus pada isu besar geopolitik yang memberikan tekanan serius pada pasar saham.
Kondisi ini terjadi meski sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 mampu mencetak angka 5,11%.
Pada perdagangan Kamis (5/2), Rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.825 per US Dolar. IHSG juga ditutup melemah 0,53% ke level 8.103,87.
