google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pecah Rekor! Presiden Prabowo Bawa Komitmen Investasi AS ke Indonesia Senilai Rp649,42 Triliun

Advertisement

Pecah Rekor! Presiden Prabowo Bawa Komitmen Investasi AS ke Indonesia Senilai Rp649,42 Triliun

20 Februari 2026

 


ANTARAsatu.com | WASHINGTON D.C - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati komitmen kerja sama perdagangan dan investasi di berbagai sektor senilai US$ 38,4 miliar atau setara Rp 649,42 triliun.


Nilai komitmen investasi tunggal tersebut tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah hubungan bilateral RI-AS. Sebagai perbandingan, nilai kesepakatan dalam satu kunjungan ini mencakup lebih dari setengah total investasi AS di Indonesia selama satu dekade terakhir (2014-2023) yang sebesar US$ 67 miliar.


Kesepakatan tersebut diresmikan dalam acara US-Indonesia Business Summit 2026 yang diselenggarakan oleh the U.S. Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the U.S.-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C., Rabu (18/2).


Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, pasar menghargai transparansi, disiplin, dan kredibilitas.


"Tanggung jawab saya sebagai Presiden adalah memperkuat tata kelola dan memastikan kami memenuhi standar internasional untuk menjaga kepercayaan investor jangka panjang," ujar Prabowo dikutip dari Antara, Jumat (20/2).


Sektor industri manufaktur mencatatkan komitmen terbesar senilai US$ 33,91 miliar atau setara Rp 573,48 triliun. Poin utama kerja sama ini adalah rencana raksasa di industri semikonduktor dengan nilai masing-masing US$ 4,89 miliar dan US$ 26,7 miliar.


Selain itu, terdapat kemitraan antara Kadin dengan USABC sebesar US$ 2,00 miliar (Rp 33,82 triliun), serta penyediaan bahan baku industri shredded worn clothing senilai US$ 200 juta (Rp 3,38 triliun).


Sementara itu, sektor agro mencatatkan total kesepakatan pembelian senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 76,10 triliun. Rinciannya meliputi komitmen pembelian kedelai US$ 1,37 miliar, gandum US$ 1,25 miliar hingga tahun 2030, jagung US$ 855 juta, kapas US$ 244 juta, serta produk agro lain sebesar US$ 800 juta.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, fokus kerja sama diarahkan untuk meningkatkan daya saing nasional melalui inovasi digital, kecerdasan artifisial, mineral kritis, hingga transisi energi.


Menurut Airlangga, selesainya Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi bukti kuat komitmen kedua negara dalam membuka akses pasar dan menghapus berbagai hambatan perdagangan.


"Melalui kesepakatan dalam ART ini, akan semakin memperkuat akses pasar dan daya saing produk Indonesia, sehingga akan menarik investasi yang lebih besar di berbagai sektor," katanya.


Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kepastian usaha sekaligus mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar menjadi mitra produksi strategis AS di Asia Tenggara, terutama dalam rantai pasok cip global.