ANTARAsatu.com | MEDAN - Satu kompi personel gabungan Polrestabes Medan menggerebek kawasan Jermal 15, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (4/1) dini hari. Operasi ini membongkar barak narkoba dan praktik perjudian yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut.
Penggerebekan yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Pardamean Hutahaean ini melibatkan 187 personel gabungan dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut.
"Kita menyasar titik-titik yang selama ini dikenal sebagai basis peredaran narkotika dan perjudian," ungkap AKBP Pardamean, Selasa (6/1).
Aparat mengamankan sepuluh orang yang diduga sebagai penyalahguna narkotika. Polisi juga menyita 26 unit mesin judi jenis dingdong.
Selain itu, empat barak yang digunakan sebagai lokasi transaksi dan konsumsi narkoba dibongkar di tempat. Penggeledahan juga menemukan sejumlah barang bukti.
Polisi menyita paket narkotika jenis sabu, plastik klip kosong, alat hisap sabu serta mancis. Seluruh barang bukti diamankan untuk proses hukum lanjutan.
Operasi ini melibatkan personel Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, Sat Samapta, Sat Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam, Tim Khusus JCS, dan Patroli Sat Samapta Presisi. Pengamanan diperketat karena kawasan tersebut kerap diwarnai perlawanan terhadap petugas.
Sebelum bergerak, seluruh personel mengikuti apel kesiapan. AKBP Pardamean mengingatkan personel untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia menyebut penggerebekan ini sebagai bentuk komitmen menekan peredaran narkotika dan aktivitas ilegal di Jermal 15. Menurut Pardamean, operasi berjalan aman dan terkendali.
Tidak ada perlawanan berarti selama penindakan berlangsung. Aparat memastikan situasi di lokasi kembali kondusif setelah penggerebekan.
Polrestabes Medan menyatakan kawasan Jermal tetap menjadi prioritas penindakan. Polisi menilai peredaran narkoba dan perjudian di wilayah itu telah berlangsung lama dan meresahkan warga.
Operasi serupa akan terus digelar secara berkelanjutan. Polrestabes Medan menegaskan tidak memberi ruang bagi narkoba, perjudian, dan penyakit masyarakat lainnya.
