google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 NARKOBA MEDAN: Sarang Dibakar, Delapan Orang dan Alat Judi Disita Polisi di Jermal VII

Advertisement

NARKOBA MEDAN: Sarang Dibakar, Delapan Orang dan Alat Judi Disita Polisi di Jermal VII

24 Januari 2026

 

Seorang wanita yang diamankan dalam penggerebekan narkoba di Jermal VII.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Kawasan Jermal VII, Jalan Satria 10, Medan, mendadak mencekam pada Kamis (22/1/2026) malam. Ratusan personel gabungan bersenjata lengkap merangsek masuk ke wilayah yang selama ini dikenal sebagai zona merah kriminalitas.


Operasi besar-besaran ini digelar Polrestabes Medan untuk memberangus sarang penyalahgunaan narkoba dan praktik perjudian daring yang telah lama meresahkan masyarakat setempat.


Dalam penggerebekan tersebut petugas melakukan sterilisasi ketat di seluruh akses masuk guna mencegah pelaku melarikan diri. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan delapan orang yang terdiri dari tujuh laki-laki dan satu perempuan.


Selain para tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa alat perjudian dan paket narkotika dari dalam bangunan yang disekat-sekat menjadi beberapa ruangan khusus.


Kepala Bagian Operasional Polrestabes Medan AKBP Pardamean Hutahaean menyatakan, tindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat yang merasa ruang hidup mereka terancam.


Sebagai bentuk penindakan paling tegas di lapangan, polisi merubuhkan satu bangunan yang dijadikan pusat aktivitas narkoba. Lalu membakarnya untuk memastikan lokasi tersebut tidak dapat digunakan kembali.


"Delapan orang kami amankan berikut barang bukti yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba dan judi. Penindakan ini dilakukan secara menyeluruh," ungkapnya, Sabtu (24/1/2026).


Operasi ini memicu antusiasme warga. Sejumlah saksi mata mengatakan, ratusan penduduk keluar dari rumah untuk menyaksikan langsung peruntuhan markas maksiat tersebut.


Indah, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan rasa leganya atas tindakan aparat. Dia menyebut keberadaan lokasi tersebut selama ini menjadi ancaman nyata bagi regenerasi pemuda di lingkungannya.


"Cocoklah digerebek itu. Kalau dibiarkan, narkoba dan judi bisa merusak masa depan anak-anak di sini," ujarnya.