google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 CABAI MERAH SUMUT: Harga Pasaran di Deliserdang dan Medan Bergejolak

Advertisement

CABAI MERAH SUMUT: Harga Pasaran di Deliserdang dan Medan Bergejolak

27 Januari 2026

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga komoditas cabai merah di wilayah Sumut, khususnya di Kota Medan dan Deliserdang, mengalami fluktuasi tajam pada awal pekan ini. Meski secara umum pasokan dinilai mencukupi, disparitas harga antar wilayah terpantau cukup mencolok.


Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata cabai merah di Kota Medan yang sebelumnya dibanderol Rp23.100 per kg pada 23 Januari, kini telah merangkak naik ke kisaran Rp 29.400 per kg. Namun, lonjakan paling signifikan justru terjadi di wilayah satelit.


Di Lubuk Pakam, Deliserdang, harga cabai merah sempat menyentuh angka Rp 37.000 per kg pada Senin (26/1/2026). Di saat yang sama, pantauan lapangan di Tanjung Morawa menunjukkan harga yang lebih rendah, yakni di level Rp 25.000 per kg.


Meskipun angka tersebut sudah naik dari harga akhir pekan lalu yang hanya Rp 19.000 per kg. Kenaikan harga ini ditengarai merupakan dampak dari gangguan rantai pasok (supply chain) akibat bencana alam yang terjadi pada November tahun lalu.


"Meski secara agregat stok cabai di Sumut tidak mengalami kelangkaan, tetapi penurunan produktivitas akibat bencana telah memicu lonjakan permintaan (demand) di tingkat petani," ungkap Ekonom UISU Gunawan Benjamin, Selasa (27/1/2026).


Namun dia mengalkulasi harga saat ini masih berada dalam batas harga keekonomian. Sebagai catatan, rentang harga wajar di tingkat pedagang pengecer berada di angka Rp 28.000 hingga Rp 33.000 per kg.


Menurut dia, harga kebutuhan pangan akan selalu mencari titik keseimbangan baru mengikuti dinamika pasar. Saat ini intervensi pasar dinilai belum diperlukan karena harga masih dalam rentang kewajaran.


Selain cabai, komoditas daging sapi di Kota Medan juga mengalami tekanan harga. Di sejumlah pasar seperti Pasar Sukaramai, Petisah, Pusat Pasar dan Brayan, harga daging sapi naik antara Rp2.500 hingga Rp10.000 per kg.


Kenaikan harga daging sapi ini dinilai Gunawan dipicu oleh pembengkakan biaya produksi. Terutama akibat mahalnya harga jagung yang mendorong kenaikan harga pakan gaplek.


Kendati demikian, seperti halnya cabai merah, kenaikan harga jual daging sapi diyakini masih berada dalam batas angka keekonomian.