google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Brimob Evakuasi Warga Terisolir Banjir di Tapanuli Tengah

Advertisement

Brimob Evakuasi Warga Terisolir Banjir di Tapanuli Tengah

05 Januari 2026

 

Personel Brimob membantu warga menyeberangi sungai saat evakuasi berlangsung.


ANTARAsatu.com | TAPANULI TENGAH - Satuan Brimob Polda Sumut mengevakuasi puluhan warga yang terisolir akibat banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Evakuasi dilakukan karena banjir memutus akses jalan dan mengurung permukiman warga.


Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah pada Jumat (2/1) membuat debit air sungai meningkat tajam. Air meluap dan menutup badan jalan penghubung Kelurahan Sait Kalangan II Desa Huraba menuju Kelurahan Hutanabolon.


Akses utama antarwilayah terputus total sehingga warga Lorong IV Kelurahan Hutanabolon terjebak. Aktivitas masyarakat berhenti dan bantuan dari luar kawasan tidak dapat masuk.


Situasi tersebut kemudian dilaporkan oleh seorang warga bernama Mendrofa ke Posko Satuan Brimob Polda Sumut di Kelurahan Hutanabolon. Mendrofa melaporkan warga meminta bantuan evakuasi dan laporan diterima sekitar pukul 12.30 WIB. 


Brimob merespons laporan itu setengah jam kemudian dan sebanyak 19 personel diterjunkan ke lokasi. Personel bergerak menembus genangan air dengan medan yang licin dan arus cukup deras.


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, sebanyak 45 orang warga berhasil dievakuasi dari Lorong IV Kelurahan Hutanabolon. Warga dipindahkan ke posko pengungsian di Kelurahan Tukka, sebagian lainnya diarahkan ke Desa Hutaraja.


"Seluruh warga dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban luka. Evakuasi berlangsung hingga sore hari," ungkap Ferry, Senin (5/1).


Dia memastikan Polri akan terus hadir dalam situasi darurat. Namun Ferry juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor jika membutuhkan bantuan.


Ferry mengatakan, banjir di Tapanuli Tengah masih berpotensi meluas. Curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut sehingga para personel Polri dan aparat gabungan tetap bersiaga di berbagai titik rawan.