Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (kanan).
ANTARAsatu.com | MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak membidik tujuh titik rawan peredaran narkoba di kawasan Jermal, Medan. Dia berjanji menyikat habis jaringan narkoba di wilayah tersebut.
Kawasan Jermal menjadi prioritas penindakan karena perputaran narkobanya besar dan diduga mendapat dukungan dari oknum masyarakat sekitar. Jean Calvijn menyebut praktik peredaran narkoba di Jermal sudah berlangsung bertahun-tahun dan kerap diwarnai perlawanan terhadap aparat.
Petugas sering dilempari, dihalangi, bahkan dipaksa melepaskan tersangka serta barang bukti yang sudah diamankan. Kondisi itu, menurut dia, tidak boleh terus dibiarkan.
"Tindakan melawan petugas, merampas barang bukti, dan memaksa melepas tersangka tidak boleh terjadi lagi. Siapa pun yang terlibat, baik bandar, pengedar, maupun oknum yang melindungi akan kami tangkap," tegasnya, Jumat (2/1).
Dia mengatakan, Polrestabes Medan telah memetakan tujuh lokasi yang menjadi basis peredaran narkoba di kawasan Jermal. Titik-titik tersebut berada di Jermal XV Gang Dolar, Jermal XV Gang Kasih, Jermal XV Gang Pahlawan, Jermal XV Tanah Garapan, Jermal VII Ujung Gang Murni, dan Jermal XII Desa Jermal.
"Seluruh lokasi itu menjadi sasaran Gerebek Sarang Narkoba (GSN)," ujarnya.
Menurut Jean Calvijn, GSN di kawasan Jermal sudah dilakukan dan akan terus berlanjut secara intensif. Dalam sepekan, kepolisian bisa menggelar hingga lima kali GSN untuk memastikan kawasan tersebut bersih dari narkoba dan perjudian.
Sepanjang 2025, Polrestabes Medan meningkatkan intensitas GSN hingga 35% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 109 kegiatan. Dalam periode itu, polisi mengungkap 1.043 kasus narkoba dan mengamankan 1.238 tersangka.
Barang bukti sabu yang disita mencapai 221 kilogram atau naik 45% dibandingkan 2024. Selain penindakan narkoba, polisi juga merazia 22 tempat hiburan malam.
Secara keseluruhan, laporan gangguan kamtibmas pada 2025 turun 3% menjadi 18.452 kasus, sementara angka kejahatan menurun 4% atau 708 kasus.
