google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 BANJIR BANDANG: Terjangan Arus 7 Meter Lumpuhkan Wisata Air Panas Guci Tegal

Advertisement

BANJIR BANDANG: Terjangan Arus 7 Meter Lumpuhkan Wisata Air Panas Guci Tegal

24 Januari 2026

 

(Detikcom/Imam Suripto)


ANTARAsatu.com | TEGAL - Kawasan wisata alam Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, lumpuh total setelah diterjang banjir bandang dahsyat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.


CNBC Indonesia melansir luapan arus Kali Gung yang mencapai ketinggian tujuh meter menghancurkan fasilitas utama. Termasuk kolam pemandian air panas ikonik dan memutus akses tiga jembatan di area tersebut.


Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal melaporkan bahwa skala kerusakan kali ini tergolong sangat parah. Sapuan air bah tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meratakan pancuran-pancuran air panas yang selama ini menjadi magnet wisatawan.


Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal M. Wisnu Imam mengungkapkan, terjangan Kali Gung merobohkan berbagai bangunan permanen.


"Pancuran 13 kini rata dengan tanah, jembatan besar juga roboh. Selain itu, Pancuran Barokah dan Pancuran Lima turut hancur," ujarnya.


Imam menambahkan, dampak fatalitas infrastruktur mencakup hanyutnya jembatan gantung di Pancuran Lima. Bahkan, satu unit alat berat jenis ekskavator (beko) yang berada di area Pancuran 13 tak luput dari terjangan banjir dan ikut tersapu arus.


Menurut kesaksian warga setempat, Taufik, tanda-tanda bencana mulai terlihat sejak Jumat sore, 23 Januari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Debit air Kali Gung meningkat drastis secara mendadak yang diawali dengan suara gemuruh hebat dari arah hulu sungai.


"Air keruh berarus deras langsung menerjang kawasan wisata," tuturnya.


Puncak bencana terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Arus pekat bercampur lumpur dan pasir setinggi tujuh meter menghantam apa pun di jalur sungai.


Mulai dari pagar pengaman, lapak pedagang, hingga fasilitas pemandian. Kerusakan masif ini membuat warga setempat kini dalam kondisi siaga penuh karena mencemaskan adanya banjir susulan serta potensi longsor akibat labilnya struktur tanah pascabencana.