google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Dirut Hutama Karya, Rela Tak Libur Demi Percepat Pembangunan Huntara

Advertisement

Dirut Hutama Karya, Rela Tak Libur Demi Percepat Pembangunan Huntara

Editor: Dyan
31 Desember 2025

Hunian sementara (huntara) untuk korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh siap dihuni pada Januari 2026 dan dijadwalkan akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
ANTARAsatu.com | ACEH TAMIANG - Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro melalui EVP Sekretaris Perusahaan (Sekper) Hutama Karya, Mardianshah mengatakan berdasarkan data ada 204 unit hunian sementara (huntara) untuk korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang, Aceh siap dihuni pada Januari 2026 dan dijadwalkan akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Dia mengatakan proyek tersebut merupakan hasil kerja bakti tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yang mendapat penugasan langsung dari pemerintah.

"Huntara ini memang kami rancang agar bisa segera dihuni masyarakat terdampak. Target awal, 204 unit sudah siap pada 1 Januari 2026,” jelasnya, dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (31/12/2025).

Ia juga menjelaskan total huntara yang dibangun mencapai 600 unit sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang. Huntara tersebut disiapkan untuk memindahkan warga dari tenda-tenda pengungsian agar segera menempati hunian yang lebih layak.

"Pematangan lahan saat ini hampir selesai. Di area B, pekerjaan sudah dimulai, termasuk fabrikasi. Material juga hampir 100 persen terkumpul dan telah tiba di lokasi, bahkan target besok huntara telah selesai, kita berpacu dengan cuaca tak menentu di Tamiang," ujar Mardianshah.

Ditambahkannya, pembangunan huntara ini merupakan hasil kolaborasi lintas BUMN, termasuk dukungan dari himpunan bank milik negara (Himbara), Pertamina, PLN, dan sejumlah BUMN karya lainnya.

Hutama Karya mengharapkan dengan dukungan cuaca yang kondusif, pekerjaan dapat berlangsung lebih maksimal dan selesai sesuai target.

Lebih lanjut ia, menegaskan komitmen seluruh tim yang tetap bekerja meski di masa liburan akhir tahun.

“Di masa liburan ini, kami rela meninggalkan keluarga dan menunda liburan demi mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak banjir,” demikian kata Mardianshah. ***