google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Jadi Korban Begal di Jalan Baru, Abimanyu Kritik Kinerja Polsek Medan Tembung

Advertisement

Jadi Korban Begal di Jalan Baru, Abimanyu Kritik Kinerja Polsek Medan Tembung

09 November 2025

 


ANTARAsatu.com | MEDAN - Kinerja jajaran Polsek Medan Tembung menuai kritik usai aksi begal kembali menimpa pengemudi ojek online di kawasan tersebut. Kritik itu datang dari korban bernama M Abimanyu Nugroho (22), warga Jalan Teratai, Percut Seituan, yang menilai polisi lamban menangani laporan kasus begal yang dialaminya.


"Kami sudah kasih tahu informasi tentang si pelaku ini. Tapi kami juga berharap kasus ini segera cepat diungkap," kata Abimanyu, Sabtu (8/11).


Aksi begal terjadi pada Jumat (7/11) dinihari saat Abimanyu pulang usai mengantarkan orderan. Ia melintas di Jalan Baru dari arah Amplas menuju Tembung untuk menghindari “Pak Ogah” yang kerap membuat onar di jalan.


Tiba-tiba tiga pria menghadang laju motornya di bawah kolong rel kereta api. Korban sempat diancam dan dipukul menggunakan parang sebelum sepeda motor dan ponselnya dirampas pelaku.


Abimanyu mengaku sempat melawan dan berusaha kabur, tetapi dihantam di bagian kaki oleh salah satu pelaku. Kejadian itu membuatnya terpaksa merelakan kendaraan dan barang berharga demi menyelamatkan diri.


Setelah kejadian, Abimanyu melapor ke Polsek Medan Tembung dengan nomor laporan LP/B/1744/XI/2025/SPKT/Polsek Medan Tembung/Polrestabes Medan/Polda Sumut. Namun, hingga kini ia kecewa karena belum ada tindak lanjut berarti dari pihak kepolisian.


Korban kemudian membagikan kisahnya di media sosial dan grup sesama pengemudi ojek online agar lebih waspada. Ia juga mencoba menelusuri pelaku yang diduga bernama Arvi bersama keluarganya.


Menurut Abimanyu, salah seorang keluarganya mengenali wajah pelaku yang sering terlihat di kawasan Perintis. Saat mereka mendatangi rumah terduga pelaku, Arvi sudah tidak berada di tempat.


Korban berharap kepolisian segera menangkap pelaku agar kasus serupa tidak terulang terhadap pengemudi ojek online lainnya. Ia menilai wilayah hukum Polsek Medan Tembung memiliki tingkat kriminalitas tinggi dan perlu patroli lebih intensif.