google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Demo Kantor Gubernur Sumut, Ribuan Massa dari Sekber Oikumenis Desak Tutup TPL

Advertisement

Demo Kantor Gubernur Sumut, Ribuan Massa dari Sekber Oikumenis Desak Tutup TPL

Editor: Dyan
10 November 2025

Ribuan massa dari berbagai kelompok melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, mendesak pemerintah tutup TPL
ANTARAsatu.com | MEDAN - Ribuan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara, menggeruduk Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (10/11/2025).

Ribuan massa Sekber Oikumenis mendesak agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup. Tidak hanya itu, mereka juga mendesak pemerintah mengusir TPL dari Tanah Batak.

Massa dari berbagai gelombang, mulai berdatangan ke depan Kantor Gubernur Sumut, sekitar pukul 10.30 WIB.

Gelombang pertama ribuan massa terdiri dari pendeta, rohaniawan Katolik dan jemaat gereja dari sejumlah denominasi gereja datang dari arah Gereja HKBP Uskup Agung.

Kemudian gelombang kedua, ribuan massa datang dari Jalan Cut Meutia, yang sebelumnya berkumpul dari Lapangan Merdeka.

Gelombang ketiga sejumlah masyarakat juga datang dari arah Jalan Cut Meutia, dan gelombang keempat ratusan mahasiswa dari Universitas HKBP Nommensen (UHN).

Sejumlah aliansi mahasiswa dan pemuda juga tampak dalam aksi, di antaranya PMKRI, GAMKI, dan GMNI.

Mereka semua membaur dan menyampaikan tuntutan di depan Kantor Gubernur Sumut. Sebagian massa juga datang dari Tapanuli Selatan.

Sebelum digelar aksi, massa terlebih dahulu berdoa secara Kristen dan Islam. Kemudian setelah mengheningkan cipta, satu per satu juru bicara mewakili masyarakat menyampaikan orasinya.

Aksi Tutup TPL Sekber Oikumenis dipimpin Koordinator Aksi Rokki Pasaribu, Ketua Aksi Pastor Walden Sitanggang bersama Sekretaris Pdt JP Robinsar Siregar. Sekjen HKBP Pdt Rikson Mangapul Hutahaean MTh juga tampak dalam aksi.

Sementara itu, seribuan aparat kepolisian dan Satpol PP tampak berjaga-jaga melakukan pengamanan.

Diselingi jinggel 'Tutup TPL' dan lagu 'O Tano Batak', dan massa menyampaikannya tuntutan dengan tertib dan damai.

Satu per satu seruan disampaikan, di antaranya disebutkan TPL telah merusak lingkungan kawasan Danau Toba, merampas tanah masyarakat dan menindas masyarakat. ***