Rumah Pelita Sr Ildefonsa van de Watering, fasilitas terapi anak dengan autisme milik Yayasan Karya Murni Medan.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Pada usianya yang genap 72 tahun, Yayasan Karya Murni mendirikan fasilitas terapi untuk anak-anak dengan autisme. Fasilitas yang terbuka untuk umum itu dinamai Rumah Pelita Sr Ildefonsa van de Watering.
Ketua Yayasan Karya Murni (YKM) Medan Sr. Desideria Saragih mengatakan, yayasannya telah mendirikan sebuah fasilitas untuk memberi pelayanan terapi bagi anak-anak dengan autisme. Pendiriannya pun sudah diresmikan bertepatan dengan perayaan HUT Yayasan Karya Murni ke-72, Selasa (26/8).
"Fasilitas ini merupakan sebuah rumah baru yang sarat makna," ungkap Suster Desi, Rabu (27/8).
Ketua YKM menjelaskan, dalam pengoperasian fasilitas tersebut pihaknya akan membuat jadwal, seperti di rumah sakit. Fasilitas dengan bangunan berwarna krim cerah itu akan dibuka untuk umum pada hari kerja atau pada Senin hingga Jumat.
Rumah Pelita akan menyediakan psikolog, terapis dan tenaga-tenaga kesehatan lain yang dibutuhkan. Fasilitas itu juga akan dilengkapi dengan peralatan dan bentuk-bentuk permainan untuk mendukung proses terapi.
Permainan-permainan tersebut menjadi bagian dari indikator perkembangan anak-anak yang menjalani terapi. Tidak hanya memberikan sekali terapi, fasilitas berlantai dua ini juga akan terus melayani dan memantau perkembangan setiap anak.
"Setiap anak akan diasesmen secara khusus karena masing-masing dari mereka memiliki kebutuhan terapi yang berbeda," imbuhnya.
Lebih lanjut Suster Desi mengatakan, YKM membangun fasilitas ini dengan biaya yang sepenuhnya berasal dari kas yayasan. Dia berharap fasilitas yang berada di sisi kanan bangunan kantor yayasan ini akan segera beroperasi dalam waktu dekat
Saat ini YKM tinggal pada tahap pelengkapan kebutuhan SDM tenaga kesehatan dan pengelola. Terkait dengan ini, YKM akan menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak berkompeten dengan penanganan autisme.
Pemenuhan kebutuhan peralatan permainan juga sedang dilakukan. Namun jika memang ada masyarakat yang sangat membutuhkan penanganan autisme saat ini, Suster Desi memastikan YKM dapat membantu.
Selama ini YKM sebenarnya sudah memiliki tim penanganan autisme yang bertugas di SLB kelolaan mereka. Karena itu, bantuan penanganan dapat diberikan sembari menunggu Rumah Pelita aktif beroperasi.
Pada bagian yang lain, Suster Desi mengungkapkan, nama yang diberikan pada fasilitas ini untuk menghormati dan mengenang Suster Ildefonsa van de Watering. Menurutnya, nama suster ini tidak asing lagi bagi keluarga besar Yayasan Karya Murni.
Suster Ildefonsa merupakan sosok yang mewariskan semangat pengabdian yang tak kenal lelah. Dengan hati yang penuh belas kasih dan keberanian, Ildefonsa membuka jalan bagi pelayanan kepada anak-anak tunanetra di masa ketika kehadiran mereka sering dianggap beban.
Bagi Suster Ildefonsa, anak-anak tunanetra adalah terang, bukan kegelapan. Mereka adalah wajah Tuhan yang perlu disambut, bukan disisihkan.
Dengan segala keterbatasan saat itu, Ildefonsa tidak pernah menyerah, tidak pernah berhenti bermimpi bahwa anak-anak tunanetra beerhak mendapat cinta, pendidikan dan masa depan yang bermartabat. Semangat juang dan dedikasinya menjadi api yang terus menyala dalam perjalanan YKM hingga kini dalam usianya yang ke-72 tahun.
Yayasan Karya Murni sendiri berfokus pada pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, seperti tunanetra dan tunarungu. Didirikan oleh Sr. Yohanna Melchiada Bloom, yayasan ini dimulai di Medan dan kini memiliki cabang di beberapa wilayah lain, termasuk Ruteng dan Tanjungselor.
Selain Sekolah Luar Biasa (SLB), YKM Medan yang berada di Jl. Karya Wisata Nomor 6, Kecamatan Medan Johor, juga memiliki sekolah lain. Mulai dari jenjang TK hingga SMA dalam payung St. Ignatius Group.