Ilustrasi.
SEBUAH ruangan di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Bogor menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pria dicambuk berkali-kali di dalam ruangan berpintu besi. Peristiwa yang diduga melibatkan dua pejabat pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini menjadi perhatian kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seorang pria terlihat menerima cambukan berulang kali. Pintu ruangan tempat kejadian tampak ditutup dengan jeruji besi menyerupai sel.
Video tersebut memunculkan dugaan adanya tindakan kekerasan di lingkungan kerja yang semestinya menjadi tempat koordinasi dan pelayanan program pemerintah.
Polresta Bogor Kota menyatakan adanya dugaan penganiayaan berupa pencambukan di kantor KPPG Bogor, yang berlokasi di kawasan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Polisi pun telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam menjelaskan dugaan penganiayaan itu melibatkan seorang Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta berinisial GD.
“Dan korban adalah salah satu Kepala SPPG Purwakarta, Saudara RAN,” kata Imam, Sabtu (17/10).
Peristiwa itu diketahui juga oleh Kepala KPPG Bogor, Haidir. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Imam, Haidir sempat mendengar suara teriakan dari lokasi kejadian.
Ia kemudian menegur pihak-pihak yang terlibat dan mengingatkan bahwa penganiayaan tidak boleh terjadi di lingkungan kantornya. Persoalan ini disebut sempat diselesaikan melalui musyawarah antara kedua belah pihak.
Meski demikian, penyelesaian secara musyawarah itu tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan untuk menelusuri dugaan tindak kekerasan tersebut. Polisi telah melakukan pengecekan lokasi, memeriksa kamera pengawas atau CCTV serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Polresta Bogor Kota juga mengarahkan Kepala KPPG Bogor untuk mendorong korban membuat laporan resmi kepada kepolisian. Langkah ini agar penanganan perkara dapat berjalan sesuai prosedur dan didukung keterangan pihak yang mengalami langsung peristiwa tersebut.
Di luar penanganan kepolisian, beredarnya video itu juga memicu langkah internal Badan Gizi Nasional. BGN menyatakan telah melakukan investigasi untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait dugaan kekerasan tersebut.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, institusinya menaruh perhatian serius terhadap peristiwa ini. Penelusuran telah dilakukan untuk memperoleh gambaran yang utuh sekaligus memastikan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami telah melakukan investigasi untuk mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait. Setiap bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya, Sabtu (17/10).
Dalam laporan investigasi internal, Kepala KPPG Bogor dan Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) berada di lingkungan kantor ketika perselisihan terjadi. Pihak KPPG kemudian berupaya melerai dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, termasuk di tempat kerja.
BGN menyatakan penanganan kasus ini memperhatikan fakta yang diperoleh dari investigasi serta proses yang sedang berjalan. Institusi itu juga mengingatkan agar informasi mengenai peristiwa disampaikan secara cermat sehingga tidak mendahului hasil pemeriksaan maupun proses penanganan oleh pihak berwenang.
Tindak lanjut tidak hanya menyangkut penelusuran kronologi. BGN juga menyiapkan langkah kepegawaian terhadap pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa tersebut.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN, Rahman, menyampaikan bahwa status Gilang sebagai Koordinator Wilayah Purwakarta akan ditangani melalui mekanisme sidang etik kepegawaian di Biro SDMO BGN Pusat.
Langkah itu menjadi bagian dari mekanisme internal untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran. Perselisihan antarindividu, menurut BGN, tidak boleh diselesaikan melalui tindakan kekerasan.
