google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Alarm Kebakaran Berbunyi, 75 Petugas SPBU di Aceh Bergerak Serentak Hadapi Titik Api

Advertisement

Alarm Kebakaran Berbunyi, 75 Petugas SPBU di Aceh Bergerak Serentak Hadapi Titik Api

12 Juni 2026


ANTARAsatu.com | BANDA ACEH - Suara alarm darurat mendadak memecah suasana di SPBU CODO 13.233.404, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (10/6). Sejumlah pekerja bergegas menuju titik kumpul, sementara petugas lain berlari membawa alat pemadam api ringan.

Di area pembongkaran bahan bakar minyak (BBM), sebuah mobil tangki tampak menjadi pusat perhatian. Namun, situasi itu bukan insiden sungguhan.

Semua merupakan bagian dari simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Ajang menguji kesiapan personel menghadapi potensi kebakaran dan kondisi darurat di lingkungan SPBU.

Sebanyak 75 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Juni 2026 tersebut. Mereka terdiri atas 50 peserta eksternal, termasuk pengawas SPBU wilayah Kota Banda Aceh, serta 25 pekerja dan operator SPBU CODO 13.233.404.

Pelatihan itu merupakan hasil kolaborasi antara Sales Area Retail Aceh, Fuel Terminal Krueng Raya, PT Elnusa Petrofin. Ikut juga terlibat tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Dalam skenario yang diperagakan, terjadi luberan BBM saat proses pembongkaran dari mobil tangki. Situasi kemudian berkembang menjadi kebakaran yang melibatkan kendaraan pengangkut BBM milik PT Elnusa Petrofin.

Para peserta dituntut mengambil keputusan cepat. Melakukan koordinasi lintas fungsi, hingga menjalankan prosedur penanganan darurat sesuai standar keselamatan.

Sebelum turun ke lapangan, peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan First Aider di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh. Mereka juga menjalani tabletop exercise untuk memahami alur penanganan keadaan darurat sebelum memasuki simulasi lapangan yang lebih kompleks.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional.

Menurut dia, keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas Pertamina. Karena itu, kesiapan personel menghadapi kondisi darurat harus terus diasah melalui pelatihan dan simulasi yang dilakukan secara berkala.

“Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, maupun aset perusahaan dapat diminimalkan,” kata Fahrougi.

Hal senada disampaikan Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto. Menurut dia, simulasi penanggulangan keadaan darurat tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi juga seluruh pekerja dan mitra kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan.

Ia menilai latihan semacam ini penting untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya. Dengan demikian, risiko terhadap manusia, lingkungan, aset perusahaan, hingga keberlangsungan operasional dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, kami berharap seluruh personel semakin siap menghadapi kondisi darurat sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap manusia, lingkungan, aset, dan keberlangsungan operasional,” ujar Agoeng.

Bagi Pertamina, simulasi bukan sekadar rutinitas tahunan. Di balik suara alarm, kepulan asap buatan dan langkah cepat puluhan peserta, terdapat upaya membangun refleks keselamatan yang dapat menentukan banyak hal ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap setiap peserta memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Memperkuat koordinasi lintas fungsi, serta menumbuhkan budaya keselamatan yang menjadi fondasi operasional energi yang aman, andal dan berkelanjutan.