google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Stok Vaksin MR Kosong, Anak-Anak Sumut Terancam Campak

Advertisement

Stok Vaksin MR Kosong, Anak-Anak Sumut Terancam Campak

07 Mei 2026


ANTARAsatu.com | MEDAN - Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat lonjakan temuan suspek campak yang signifikan hingga April 2026. Tantangan penanganan wabah ini semakin berat menyusul terjadinya kekosongan stok vaksin MR di tingkat provinsi.

"Awal tahun 2026, terjadi kekosongan vaksin MR kurang lebih selama dua bulan pada kami," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rizal, Kamis (7/4).

Berdasarkan data Dinkes Sumut per 30 April 2026, jumlah suspek campak di provinsinya telah mencapai 748 kasus. Dengan 51 kasus di antaranya terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan data per 5 Maret 2026 yang sebelumnya berada di angka 387 kasus. Konsentrasi kasus tertinggi berada di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Simalungun.

Bahkan tiga wilayah di Sumut, yaitu Medan, Deli Serdang dan Batubara telah dikategorikan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB). Kondisi ini diperparah dengan rendahnya realisasi imunisasi dasar lengkap di daerah-daerah hotspot tersebut.

Di Kota Medan, capaian imunisasi bayi lengkap per April baru menyentuh angka 7,6%. Sementara Kabupaten Simalungun berada di angka 22,77% dan Deli Serdang sebesar 31,48%.

Meski status KLB telah muncul di beberapa kabupaten/kota, tetapi Pemprov Sumut belum menetapkan status KLB di tingkat provinsi.

Selain kendala stok vaksin, Hamid menyebut maraknya informasi bohong atau hoaks di tengah masyarakat menjadi penjagal target imunisasi.

"Penolakan masih banyak terjadi karena informasi hoaks terkait imunisasi yang beredar di kalangan masyarakat," tuturnya.

Selain itu, dukungan anggaran daerah untuk peningkatan capaian imunisasi dinilai masih belum mencukupi. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat mobilitas penduduk di Sumut sangat tinggi, yang berisiko mempercepat penyebaran lintas wilayah.

Namun demikian, Dinkes Sumut tetap berupaya mengejar ketertinggalan melalui respons imunisasi (ORI) dan kampanye imunisasi kejar. Seperti program PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi).