![]() |
| Ilustrasi |
Keputusan tersebut didasarkan pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menerapkan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar penentuan awal bulan hijriah.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas menjelaskan, penentuan awal Syawal dilakukan dengan merujuk pada parameter astronomis global sesuai konsep KHGT.
"Penetapan awal bulan Syawal 1447 H dilakukan dengan merujuk pada Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT),” ujar Hamim dalam keterangan resminya Kamis (12/3/2026).
Dalam sistem KHGT, seluruh wilayah di dunia dipandang sebagai satu kesatuan matlak. Dengan demikian, awal bulan hijriah dapat dimulai secara serentak di seluruh dunia apabila kriteria astronomis telah terpenuhi.
Bulan baru dinyatakan dimulai apabila di salah satu wilayah di dunia sebelum pukul 24.00 UTC telah memenuhi syarat elongasi bulan minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.
Berdasarkan data astronomi, ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Pada saat itu, parameter KHGT telah terpenuhi di sejumlah wilayah, termasuk di Makkah, Arab Saudi, dengan tinggi bulan lebih dari 6 derajat serta elongasi melampaui 8 derajat.
"Dengan demikian, berdasarkan data astronomis yang memenuhi kriteria KHGT yaitu adanya wilayah di dunia yang mengalami elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC, maka ditetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” jelas Hamim.
Muhammadiyah juga menegaskan bahwa penerapan KHGT merupakan langkah strategis untuk menyatukan sistem kalender hijriah di tingkat global.
“Implementasi KHGT adalah upaya pelunasan hutang peradaban Islam yang telah berusia empat belas abad,” kata Hamim.
Muhammadiyah mengajak umat Islam menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri dengan penuh kegembiraan, saling memaafkan, serta mempererat silaturahmi.
Penetapan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas dalam menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. ***

