google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 UPDATE MARKET: Penurunan USD Index dan Imbal Hasil US Treasury Picu Keperkasaan Rupiah

Advertisement

UPDATE MARKET: Penurunan USD Index dan Imbal Hasil US Treasury Picu Keperkasaan Rupiah

10 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Mata uang Rupiah menguat pada perdagangan Selasa (10/2) di tengah penurunan USD Index dan imbal hasil US Treasury. Rupiah ditutup menguat di level 16.790 per US Dolar jelang rilis sejumlah data penting ekonomi Amerika Serikat.


Penguatan Rupiah terjadi seiring melemahnya kinerja USD Index dan turunnya imbal hasil US Treasury 10 tahun. Kondisi tersebut muncul di tengah minimnya sentimen pasar keuangan di kawasan Asia pada perdagangan hari ini.


“Pergerakan Rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika indikator keuangan AS, khususnya USD Index dan imbal hasil US Treasury,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.


Di pasar saham, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat 1.24% ke level 8.131,738. IHSG sempat terkoreksi pada sesi pagi dan menyentuh level terendah 8.011 sebelum kembali menguat.


Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham BUMI, BMRI, BBRI, TLKM, hingga ASII. Tercatat sebanyak 556 saham menguat dan 144 saham melemah, seiring penguatan mayoritas bursa saham di Asia.


Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar keuangan pada perdagangan berikutnya. Pada perdagangan sore ini, harga emas dunia tercatat stabil di kisaran $5.046 per ons troy atau sekitar 2.73 juta per gram.