google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 JARGAS PGN: Percontohan Transisi Energi, Pembangunan Jaringan Batam Digesa

Advertisement

JARGAS PGN: Percontohan Transisi Energi, Pembangunan Jaringan Batam Digesa

03 Februari 2026

 

Meteran jaringan gas rumah tangga (jargas) PGN (kiri atas).


ANTARAsatu.com | BATAM - Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Subholding Gas Pertamina, mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga di Batam sebagai strategi transisi energi bersih dan pengurangan ketergantungan energi impor. Program ini ditetapkan sebagai pilot project nasional yang akan direplikasi ke berbagai kota lain di Indonesia.


Percepatan pengembangan jargas Batam juga sejalan dengan arahan Danantara kepada PGN agar memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong perluasan layanan gas bumi langsung ke rumah tangga melalui sistem pipanisasi.


“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah, kita coba dulu di satu kota yakni Batam sambil dilakukan evaluasi,” ujar Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (2/2).


PGN menyatakan komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. Evaluasi pelaksanaan di Batam akan menjadi dasar pengembangan jargas di kota lain dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, dan kebutuhan pasar.


Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam tercatat sebanyak 8.829 pelanggan. Pada 2026, PGN menargetkan penambahan 10.000 sambungan rumah melalui perluasan jaringan di Kecamatan Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota.


Pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut direncanakan mulai berjalan pada Maret 2026. Pelaksanaan pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai rencana teknis dan kesiapan wilayah sasaran.


Program jargas Batam merupakan bagian dari rencana belanja modal PGN tahun 2026 sebesar US$353 juta. Sebanyak 62% dari total capex dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, serta pengembangan bisnis pendukung lainnya.


Pengembangan jaringan gas rumah tangga di Batam diharapkan meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih. Program ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus mempercepat agenda transisi energi nasional.