google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Tiga Hari Keluarga Andika Menanti Kabar di Tepi Sungai Payajambu Langkat

Advertisement

Tiga Hari Keluarga Andika Menanti Kabar di Tepi Sungai Payajambu Langkat

28 Oktober 2026

Personel SAR sedang mengevakuasi jenazah Andika.

ANTARASATU.COM | Langkat - Minggu (25/10) pagi, Sungai Payajambu di Desa Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumut, menjadi tempat Andika Pratama, 17, bermain bersama tiga temannya. Sekitar pukul 09.00 WIB, remaja asal Dusun Batu Gajah itu mandi di sungai.

Tak ada yang menyangka, itulah kali terakhir ia berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Saat hendak menyeberang, Andika kelelahan dan terbawa arus.

Teman-temannya sempat berusaha menolong. Namun, pegangan itu terlepas dan tubuh Andika kembali hanyut. Mereka lalu menyusuri sungai untuk mencarinya, tetapi Andika tak juga ditemukan.

Kabar kehilangan itu diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Hari itu juga, enam personel Tim Rescue bersama peralatan SAR berangkat ke lokasi.

Setelah berkoordinasi dengan Polsek Selesai, BPBD Langkat dan pemerintah setempat, tim menggelar pencarian bersama. Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua unit.

Unit pertama memeriksa area sekitar lokasi kejadian dengan Aqua Eye. Lalu menyisir permukaan air menggunakan perahu LCR sejauh sekitar satu kilometer ke arah hilir.

Unit kedua menyisir daratan di sepanjang tepian sungai dengan jarak serupa. Pencarian juga ditopang perahu rafting, peralatan water rescue dan drone thermal.

Hari demi hari berlalu, hingga pada hari ketiga operasi, Selasa (27/10) pukul 01.50 WIB, harapan keluarga berakhir duka. Andika ditemukan mengambang di pinggir sungai, sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian, dalam kondisi meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan mengevakuasinya, lalu menyerahkannya ke pihak keluarga. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika menyebut pencarian dilakukan secara terkoordinasi sejak laporan diterima.

"Pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan air dan sepanjang tepian sungai serta didukung penggunaan peralatan SAR hingga korban berhasil ditemukan," ujarnya, seusai pencarian.

Hery berterima kasih kepada unsur SAR, TNI/Polri, BPBD, pemerintah setempat, masyarakat dan keluarga korban yang membantu operasi. Ia juga mengimbau warga berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika menyeberang.

"Pastikan kondisi arus dan kedalaman sungai aman, jangan memaksakan diri apabila kelelahan, dan segera minta bantuan jika situasi membahayakan," tuturnya.